“But to as many as did receive and welcome Him, He gave the authority to become the children of GOD, that is, to those who believe in His name” (John 1:12)
Showing posts with label Berkat. Show all posts
Showing posts with label Berkat. Show all posts

Friday, 2 August 2013

Kesaksian Sobat Kristus

Shalom

Hai aku maya. Aku mau sedikit membagikan pertolongan dan kuasa Tuhan yang sebenarnya sangat banyak atas hidupku.

Sekarang aku semester 6 dan harusnya aku sudah bimbingan untuk menyusun Tugas Akhir dan wisuda. Tapi karna ada masalah dengan nilai yang tidak ke input oleh pihak kampus aku harus menundanya untuk bimbingan. Aku sempet komplain ke pihak kampus tapi kampus bertindak masa bodo. Mereka malah menyalahkan aku yang katanya tidak ikut uas. Mau gak mau aku harus tunda lagi.

Jujur, secara manusia aku kecewa. Impian aku untuk segera wisuda kandas. Aku juga nggak enak sama orangtua ku yang sudah mengeluarkan banyak biaya untuk aku menjadi sarjana.

Disitulah aku mulai nyalahin diri aku terlebih Tuhan. Aku sempet nganggur 3 bulan. Nggak enak apa-apa bergantung sama ortu. Hingga suatu malam gatau kenapa aku rindu bicara dengan Tuhan. Betapa aku menyadari selama ini aku terlalu sibuk buat kecewa, kuatir dan mengandalkan kekuatan sendiri. Aku nggak ijinin Tuhan buat masuk ke hati aku. Aku egois, aku malah menjauh dari-Nya.
Saat itulah aku datang dengan hancur hati. Aku mengaku dosa dan mohon ampun.

Aku percaya Tuhan mengampuni ku. Sebelum aku bicara Tuhan udah tau isi hatiku.

Dari dulu aku emang suka anak-anak. Aku pengen jadi guru. Singkat cerita tanpa nunggu waktu lama. Aku udah kerja dan aku kerja sebagai GURU :D

Aku tau ini semua pasti karna campur tangan Tuhan. Tuhan satu persatu mulai jawab doa dan mimpi ku.
Aku nggak harus cape-cape cari kerja, dari pihak sekolahan yang cari aku. Aku nggak harus cape-cape promosiin diri aku, udah ada orang yang promosiin aku.
Ini mustahil banget. Aku yang notabene belum ada pengalaman jadi guru. Yang belum sarjana, bisa jadi guru.

Ini smua Tuhan kasih tepat waktu. Tuhan tau apa yang aku mau. Tuhan memberikan lebih dari apa yang aku bayangkan. Ini semua mujizat, karya Tuhan yang begitu luar biasa.

Aku percaya ini jalan Tuhan. Tuhan mau aku kerja dulu. Mau aku jadi berkat. Puji Tuhan sekarang aku bisa bantu ortu dan keluarga lewat penghasilanku. Aku bisa cukupin semua kebutuhan ku sendiri.
 
Ketika kita punya impianmu dan walaupun kita punya pergumulanmu, datanglah padaNya. Milikilah iman yang besar dan keberanian untuk meminta bahwa Tuhan dapat menjawab doa kita sekarang juga. Setiap tetes keringat dan tangis kita, semuaaaaaaaa Tuhan itung dan Tuhan akan ganti dengan tangis bahagia. Ketika kita mengakui kelemahan kita dan berserah, disitulah kita akan menemukan kekuatan yang sejati
Jangan biarkan iblis membuat kita bersungut-sungut pada Tuhan dan mengarahkan mata kita agar tertuju pada masalah yg ada di sekitar kita.

IF GOD YOUR PARTNER, MAKE BIG PLANS. GOD IS ALWAYS WORKING THINGS OUT FOR YOU, EVEN WHEN YOU DONT REALIZE IT, HAVE FAITH AND BE THANKFUL.

Lets check Pengkhotbah 3:11
GBU

Sumber Kesaksian: Maya Anggraini

Monday, 10 June 2013

Renungan Inspiratif

Tina, seorang gadis yang baik hati satu kali ingin memberi kejutan pada Nenek Omi yang hidup sendiri. Ia datang membuat sebuah kue yang enak lalu membawanya ke rumah si nenek.

"Oh, buat Nenek? Puji Tuhan! Terima kasih, Tina. Nenek sangat suka,"kata nenek waktu menerima kue itu.

Melihat nenek Omi suka, seminggu kemudian Tina kembali membawa kue yang sama. "Terima kasih,"jawab nenek singkat.

Lebih dari seminggu, komentar Nenek Omi kembali berbeda. "Tumben, kamu telat sehari,"sahutnya.
Minggu selanjutnya,"kuemu agak kemanisan. Nenek lebih suka rasa buah daripada coklat."
Karena sibuk, minggu selanjutnya Tina tidak sempat membuat kue, dan ketika ia berangkat kerja dan melewati rumah si nenek, nenek Omi keluar dan berteriak, "Hei Tina, mana kue nenek?"

Satu kutipan berkata,

"saat kita melihat berkat yang sama setiap hari, kita akan tidak memperhatikannya lagi. Ketika tidak lagi memperhatikan, kita berhenti menghargai. Ketika tidak menghargai, kita berhenti bersyukur. Ketika kita tidak bersyukur, kita mulai mengeluh."

Jika hari ini kamu menangis, bersyukurlah karena kamu tidak membuat orang lain menangis.
Jika hari ini kamu disakiti, bersyukurlah karena kamu tahu rasa sakit dan tidak menyakiti orang lain.
Jika hari ini kamu dikecewakan , bersyukurlah karena kamu tidak membuat orang lain kecewa.
Apapun yang kamu alami hari ini, tetaplah bersyukur karena kita belajar UNTUK MEMAAFKAN.♥

Saat aku tak paham maksud Tuhan, aku memilih... percaya.
Saat aku tertekan oleh kekecewaan, aku memilih.... bersyukur.
Saat rencana hidupku berantakan, aku memilih.... berserah.
Saat putus asa melingkupiku, aku memilih.... tetap maju

Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!

Thursday, 6 June 2013

Renungan Inspiratif

Suatu hari seorang ayah menyuruh anak-anaknya ke hutan melihat sebuah pohon pir di waktu yang berbeda.

Anak pertama disuruhnya pergi pada musim DINGIN
Anak ke 2 pada musim SEMI
Anak ke 3 pada musim PANAS
dan Anak yang ke 4 pada musim GUGUR.

Anak 1: pohon pir itu tampak sangat jelek dan batangnya bengkok.
Anak 2: pohon itu dipenuhi kuncup-kuncup hijau yang menjanjikan.
Anak 3: pohon itu dipenuhi dengan bunga-bunga yang menebarkan bau yang harum.
Anak 4: ia tidak setuju dengan saudaranya, ia berkata bahwa pohon itu penuh dengan buah yang matang dan ranum.

Kemudian sang ayah berkata bahwa kalian semua benar, hanya saja kalian melihat di waktu yang berbeda. Ayahnya berpesan: "Mulai sekarang jangan pernah menilai kehidupan hanya berdasarkan pada satu masa yang sulit."
Ketika kamu sedang mengalami masa-masa sulit, segalanya terlihat tidak menjanjikan, banyak kegagalan dan kekecewaan, jangan cepat menyalahkan diri dan orang lain bahkan berkata bahwa kamu tidak mampu, bodoh dan bernasib sial. Ingatlah, tidak ada istilah "nasib sial" dalam hidup orang yang OPTIMIS! Yang ada hanyalah waktu yang belum tepat.

Jika kamu tidak bersabar ketika berada di musim dingin, maka kamu akan kehilangan "musim semi" dan "musim panas" yang menjanjikan harapan, dan akhirnya kamu tidak akan menuai hasil yang baik di musim gugur.
"Kegelapan malam tidak akan seterusnya bertahan, esok pasti akan datang fajar yang mengusir kegelapan, selalu ada pengharapan yang baru maka yakinlah!"