“But to as many as did receive and welcome Him, He gave the authority to become the children of GOD, that is, to those who believe in His name” (John 1:12)
Showing posts with label Doa. Show all posts
Showing posts with label Doa. Show all posts

Monday, 9 September 2013

Doa Yang Belum Dijawab

Jangan pernah tinggalkan Tuhan karna kesenangan dunia, karna Dia ngga pernah tinggalin kita.

"Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum..." (Yakobus 5:9).

Tuhan pasti menjawab doa-doa kita tapi Tuhan juga punya waktunya sendiri untuk menjawab setiap doa. Ketika kita bertanya-tanya "kenapa sih kok Tuhan belom jawab doa gua yah?" Pasti sebagian orang bilang kalo pas Tuhan belom jawab doa kita, pilihannya itu "Ya" "Tidak" atau "Tunggu", memang itu dibenarkan tapi bukan itu yang dimaksud.

Point 1) Tuhan belom jawab doa kita karna Tuhan masih mau lihat sampai segimana kita berpengharapan kepada-Nya. Tuhan kenal siapa kita dan Tuhan juga tau gimana hati kita, makanya Tuhan mau tau apa kita tetap kuat di dalam waktu Tuhan atau malah putus asa.

Point 2) Tuhan belom jawab doa kita karna di dalam hati kita masih banyak "kesalahan". Yang dimaksud "kesalahan dalam hati kita" itu, contoh kecilnya kita masih sering bersungut-sungut atau mengeluh. Manusia emang ngga luput dari kesalahan, tapi masa mau hidup terus-terusan kaya gitu? Kapan bahagianya. Nah, Kenapa dikatakan mengeluh? Karna engga sedikit anak Tuhan yang "menyerah" duluan karna doanya belom dijawab Tuhan dan keinginannya belom tercapai. Dan bahkan ngga sedikit anak Tuhan yang malah nyalahin keadaan maupun orang lain, contohnya dengan bilang "kenapa sih hidup gua kaya gini amat?" Atau mungkin ada yang suka bilang "Tuhan kenapa sih doa aku ngga dijawab-dijawab? Tuhan kenapa aku harus jalanin hidup kaya gini? Nah inget guys, pertanyaan kaya gitu tuh bisa dibilang "nyalahin" Tuhan loh! Karna kita ngga mensyukuri kehidupan yang Tuhan kasih. Kenapa bisa dibilang gitu? Coba deh ditelaah kata "kenapa" itu, kan kesannya kaya mendesak bahkan kesal. Ya ngga?  Satu hal yang harus selalu diingat, Tuhan ngga mungkin dan ngga akan pernah membiarkan anak-anak-Nya sedih! Makanya ubah mindset kita, jangan nyalahin keadaan tapi bersyukurlah dalam segala hal!
Nah yang tadi karna suka mengeluh, dan satu lagi karna mungkin dalam hati kamu masih belom bisa memaafkan kesalahan orang lain.  Belom bisa memaafkan atau masih menyimpan kekesalan pada orang lain, itu bisa jadi pemicu untuk menghalangi berkat Tuhan atas hidup kamu. Hal itu juga bisa jadi salah satu faktor penghambat dari doa kamu belom dijawab Tuhan. Makanya dalam hati kita harus ada kasih dan pengampunan.

Makanya kita harus cari tau dari dalam diri kita sendiri apa alasan dari Tuhan belom jawab doa-doa kita. Kita ngga perlu kuatir soal berkat, karna di Ibrani 6:14 Tuhan bilang akan memberkati kita berlimpah-limpah. Yang harus kita jalani adalah, jangan pernah mengeluh, syukuri setiap detik hidup kamu dan jangan pernah putus asa menaruh harapan sama Tuhann!

Monday, 13 August 2012

Kesaksian Sobat Kristus

shallom...

saya terlahir dengan nama ricky. keluarga saya non-Kristen, saya keturunan chinese dan keluarga saya masih menjalankan adat budaya kuno chinese (baca : sembahyang bawa makanan ke kuburan dll )

bisa dibilang saya dari keluarga broken home.. namun mama saya membuat itu seperti tidak terasa seperti broken home, orang tua saya hampir bercerai saat saya berumur 11 tahun. namun itu tidak terjadi tapi tetap saja akibat yang terasa adalah suasana rumah sudah tidak kondusif seperti layaknya keluarga.. hubungan antar keluarga menjadi dingin dan asing.ini yang membuat saya tidak betah ada di rumah dan selalu bermain ke luar rumah.. mencari teman.. mencari perhatian dan kasih sayang. dan saya pun menjadi anak yang mandiri karena selalu mengerjakan semuanya sendirian.

keluarga saya termasuk orang berada saat itu, namun roda berputar disaat orang tua saya memutuskan untuk pindah ke bali, disana kami memang punya 2 mobil, 2 motor, namun rumah masih kontrak, tapi papa saya mempunyai bengkel mobil dan speeboat di daerah nusadua yang terbilang cukup mewah.
di bali kami tinggal 2 tahun..mahalnya biaya hidup di bali dan kebiasaan boros papa saya yang selalu membeli minum-minuman keras (baca : vodka ) membuat kami tidak lagi bisa bertahan hidup di bali dan akhirnya kembali ke kota asal kami.

sekembalinya saya di kota asal kami tidak punya rumah tinggal akhirnya kami sekeluarga menumpang pada nenek dari mama saya untuk sementara. disini lah kehancuran keluarga kami di mulai.
selang 3 bulan kepindahan kami ke kota asal papa saya sering keluar masuk rumah sakit akibat lever yang di idapnya karena sering minum-minuman keras. dan itu menguras harta, dan pada akhirnya papa saya pun meninggal, semenjak ia meninggal kami tinggal di rumah yang sempat di bangunnya semasa ia hidup selama 3 bulan di kota kami, walaupun rumahnya belum jadi kami sekeluarga memutuskan untuk menempati rumah yang setengah jadi tersebut.

sewaktu saya lulus SMA saya berniat kuliah di salah satu perguruan tinggi seni di jakarta. waktu itu tahun 2005. dan saya dipinjamkan apartmen daerah gajah mada oleh nenek saya karena mama saya sudah kehabisan tabungan yang sebagian besar di pakai untuk berobat papa saya di rumah sakit serta untuk membayar uang kuliah kakak saya.

waktu itu saya di beri 1 juta perbulan dengan perhitungan 300rb untuk bayar uang listrik dan air di apartment, untuk transportasi saya ke kampus, dan untuk makan, jadi total saya hanya memegang 700 ribu untuk hidup selama sebulan yang memaksa saya untuk hidup irit, bahkan sering saya menjadi pelit dan hanya memakan mie instan saja untuk berhemat.

keadaan yang berubah dari hidup berkecukupan menjadi sangat sulit membuat saya hidup liar, saya mulai terjerumus dengan teman-teman yang notabennya bisa membawa kesenangan untuk saya di masa sulit itu, saya mulai mengenal rokok dan ganja, namun puji Tuhan saya tidak kecanduan dengan ganja, hanya rokok saja yang saat ini masih sulit saya lepaskan.

saya pun mengenal seks bebas... karena hidup jauh dari pantauan orang tua, terlebih papa saya sudah tidak ada membuat saya makin berani berbuat zina, dan saat itu saya tidak mengenal Tuhan Yesus karena memang agama saya tidak mengajarkan tentang konsep keTuhanan. saya sering di bawakan gadis oleh teman-teman saya secara "gratis" karena modal suka sama suka, dan ini bukan hanyak sekali saja melainkan sering. hingga akhirnya saya terjatuh dan saya cinta dengan salah seorang cewek yang di bawakan oleh teman saya, yang membuat saya sulit untuk melepaskannya, dari materi hingga semuanya saya berikan, hingga saya rela mencuri demi membelikan ia sekedar baju dll.
namun Tuhan seperti melepaskan saya dari keterpurukan itu, cewek itu akhirnya memilih meninggalkan saya karena saya tidak begitu kaya seperti yang ia harapkan dan dia lebih memilih orang lain

setelah itu saya sempat depresi, menyendiri selalu saya lakukan karena merasa hidup ini tidak adil, saya pun mentato tangan saya dengan simbol hubungan saya dengan wanita tersebut
selang 4-6 bulan saya berpisah dari wanita tersebut saya kembali ke kota asal saya dari jakarta, kuliah saya berantakan karena wanita tersebut, saya sering bolos san akhirnya mengambil cuti dan cuti lagi. karena uang kuliah saya pakai untuk foya-foya bersama dia...
sesampainya di kota asal teman saya yang tadinya sering mencomblangkan saya dengan wanita-wanita untuk di "pakai" oleh saya mendapatkan musibah, ia harus menikahi wanita karena hamil duluan. akhirnya saya bersedia membantu pernikahan ia secara Kristen walaupun calon istrinya seorang muslim {waktu itu di salah satu gereja di serang pemberkatannya} pemberkatan tersebut hanya di hadiri oleh keluarga pria nya saja, saya waktu itu bertugas untuk mendokumentasikan pemberkatan tersebut karena memang saya ahli di bidang tersebut.

dan inilah yang paling ajaib! di awal saya sudah katakan saya bukan lah seorang Kristen pada awalnya hingga pada saat pemberkatan teman saya itu berlangsung tiba-tiba saat saya sedang mengambil foto calon mempelai ada seorang wanita jatuh di hadapan saya tepat bersimpuh, saya sendiri kaget, ternyata katanya heels nya yang membuat ia terjatuh. dari situ saya tidak menyadari tanda yang di berikan Tuhan untuk saya. karena saya pikir itu kejadian biasa, boro-boro memikirkan tanda, saat itu saya sedang masa depresi karena kehilangan wanita yang saya cintai waktu dulu, dan saya tidak mengenal konsep ketuhanan. apalagi saat itu wanita tersebut sudah berkeluarga dan memiliki 2 anak. walau umurnya masih muda, saat itu ia berumur 24 tahun saya 21 tahun

namun waktu seperti menjawab semuanya, saya mulai tau bahwa suaminya berbuat curang dan sering berlaku kasar kepadanya, dan ia juga menikah karena terpaksa, (waktu itu ia hamil duluan) wanita ini sebut saja si "CE" termasuk keluarga yang sangat berada, bahkan kaya raya menurut saya, sedang suaminya hanya berasal dari keluarga biasa-biasa saja, sehingga ada anggapan bahwa memang suaminya menginginkan uangnya saja, ini terbukti bahwa suaminya sangatlah royal membeli barang-barang mewah dengan uang istrinya sedang ia sendiri tidak bekerja sama sekali, kerjanya hanya buang-buang uang dan main perempuan (saya tahu dari kesaksian dia sendiri belakangan ini karna saat ini ia sudah tobat)

Tuhan seperti ingin saya bertindak menyelamatkan wanita tersebut dari tindakan suaminya, namun saya tidak menyangka wanita tersebut ternyata percaya saya bisa melepaskan dari semua penderitannya, ia sangat baik kepada saya dan keluarga saya, sehingga banyak orang beranggapan kami punya hubungan spesial. hingga akhirnya ia tidak tahan lagi dengan suaminya membuat ia memutuskan untuk bercerai (dulu ia menikah bukan secara Kristen {karna apa yang sudah di persatukan Tuhan tidak bisa di ceraikan oleh manusia})
perceraian ini membuat ia dan keluarganya semakin bermasalah (ayahnya sudah meninggal) karena ia orang kaya raya, dan saudara-saudaranya seperti menginginkan hartanya (CE sering cerita bahwa mamanya sering di bawa ke dukun oleh saudaranya) dan pada akhirnya semuanya terbukti saudaranya merencanakan sesuatu yang jahat kepada CE yang mengakibatkan CE diusir dari rumahnya dan hartanya diambil alih oleh saudaranya


setelah itu CE tidak tahu harus tinggal dimana sedang anaknya masih kecil-kecil. akhirnya saya memutuskan untuk menikahi CE agar ia tidak di pandang rendah oleh orang lain dan tinggal bersama saya (saya belum punya rumah masih numpang sama mama saya dan saya tidak bekerja waktu itu)
kami pun menikah hanya secara "adat" tidak tertulis secara hukum dan agama. lalu saat itu istri saya mulai mengajak saya untuk pergi ke gereja, saya tadi nya menolak dan malas, namun karena menghormati istri saya, akhirnya saya pun mau.
hari pertama saya ke gereja sungguh sangat tidak menyenangakan, yang khotbah bikin saya ngantuk dan saya tidak nyaman dengan suasana di dalam gereja. namun aneh! minggu selanjutnya saya seperti ingin kembali ke gereja, ada apa ini, tanya hati saya. seperti ada yang memanggil-manggil saya untuk datang ke gereja, dan saya pun rajin datang ke gereja semenjak itu, namun belum benar-benar menerima Tuhan YESUS. hingga akhirnya saya harus membuat akta nikah yang sah secara hukum, dan itu membutuhkan dokument dari gereja. sedang gereja tidak mau mengadakan pemberkatan pernikahan apabila saya belum di baptis (istri saya sudah di baptis) akhirnya dengan setengah hati saya mau di baptis di jakarta.


inilah salah satu mukjizat Tuhan lagi yang terjadi, saat saya sedang mengantri untuk mendapatkan giliran baptis tiba-tiba ada seorang dari kursi roda datang dan keluarganya meminta saya untuk menyelang giliran saya karena ia memang lumpuh (kecelakaan mobil) ia tidak bisa bicara berjalan bahkan seluruh tubuhnya seperti tidak ada tulang, karena posisi saya waktu itu di kolam renang (hanya sekitar pinggang saya saja dalamnya air) saya memutuskan untuk memegang dari belakang agar ia dapat berdiri di antrian, AJAIB  tubuh orang ini 2x besarnya dari saya, namun saya dengan enteng bisa memapah dia sampai ia di baptis, seperti ada 2-5 orang yang ikut memapah ia, padahal saya sendirian, hingga tiba giliran saya di baptis saya pun di tanya, apa kamu sodara orang yang tadi (yang lumpuh). bukan jawab saya, apa kamu temannya? bukan jawab saya, lalu orang itu tersenyum dan berkata, saya beri kamu nama MATTHEW, apa kamu mau? mau jawab saya spontan. lalu saya pun di baptis.
saat saya pulang dari baptisan perubahan terjadi, saya segera menyelesaikan akta nikah saya dan menikah di gereja dengan sangat sederhana sekali, karena saya tidak adanya uang untuk pesta mewah. namun Tuhan baik, saya pun merasakan itu, setiap hari iman saya bertambah dan bertambah, semakin kuat semakin yakin, dan kini saya yang mengajak istri saya yang ke gereja bukan istri saya yang mengajak saya..

kalau mau saya ceritakan banyak sekali mukjizat yang saya dan istri alami karena percaya pada Tuhan YESUS, salah satunya adalah ia selalu menopang masalah kami bagaimanapun beratnya, ia selalu membatu dan menuntu kami keluar dari persoalan, bagaimanapun rumitnya, asalkan hati saya percaya dan sabar, mukjizat pasti terjadi karena itu nyata! amin!
dan kini saya sudah punya rumah sendiri, walaupun kecil namun itu semua adalah berkat yang luar biasa dari Tuhan YESUS, karena ia menjanjikan  "punya rumah di sorga, punya rumah di bumi" amin!
sekarang saya pun bekerja di dunia musik dengan menciptakan lagu untuk para artis-artis baru, dengan nama tag pencipta MATTHEW bukan RICKY karena saya percaya nama MATTHEW itu berasal dari Tuhan sendiri... ia ingin saya menjadi sesuatu yang baru yang bisa ia pakai untuk melayani-Nya, bukan menjadi ekor melainkan kepala!

- sumber kesaksian: matthew

Thursday, 14 June 2012

Jalan Tuhan

'Jalan TUHAN adalah perlindungan bagi orang yang tulus...' - Amsal 10:29a
ilustrasinya ➜ Allah tidak mau umat yang dikasihi-Nya binasa dalam peperangan, seperti yang di alami Musa makanya Allah memilih jalan lain untuk Israel keluar dari mesir. walaupun jalan yg diberikan-Nya jauh dan sulit tapi Allah melakukannya bukan karna Dia tidak sayang justru karna kasih-Nya besar untuk umat-Nya.
Tuhan tau kalau kita tidak siap menghadapi masalah, untuk itu Tuhan menuntun kita melewati setiap masalah sampai bisa terlepaskan. tetapi terkadang banyak yang tidak sabar saat menghadapi masalah, maunya jalan singkat dan tidak jarang banyak juga yang bersungut-sungut... mungkin sering kali kita memilih jalan sendiri untuk menyelesaikan masalah dengan kekuatan kita. akibatnya? gagal.

satu hal yang harus kita yakini. semua yang kamu alami itu untuk kebaikan kamu, karna itu biarkan Allah yang menentukan jalan hidupmu. biarkan Tuhan Yesus yang menuntun hidup kamu! karna cuma Dia yang tau segimana batas kemampuan kita. kalau kamu mau dituntun sama Tuhan, berdoalah dengan iman kepada-Nya dan lakukanlah kebaikan untuk kemuliaan nama-Nya :)
Tuhan Yesus tau jalan mana yang lebih aman untuk kita lewati. andalkan kekuatan Dia bukan kekuatan kita.
jalan pintas engga akan pernah berhasil mengantar kita dalam tangga tingkat maksimal hidup! memang mudah bagi kita untuk mengeluh karena keadaan saat ini.. tapi, Tuhan mengajar kita bahwa jalan-Nya adalah jalan paling indah.
semua orang punya masalah yang berbeda-beda, tetapi Tuhan tidak melihat kecil atau besar masalah itu untuk Dia mau menolong kamu... yang dibutuhkan untuk kamu mau hidup dalam campur tangan Tuhan adalah terus berserah kepada-Nya dan andalkan kekuatan Tuhan!

'marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.' - Matius 11:28
tanpa terkecuali, siapapun yang mengandalkan Tuhan Yesus yang percaya oleh pemeliharaan-Nya akan diberi kelegaan!
kalau seandainya Tuhan membiarkan kita? mungkin kita akan melangkah sendiri dan tertipu dengan pandangan kita ke depan yang tidak sempurna.

➜ satu yang Tuhan minta, agar kita percaya sampai mujizat menjadi nyata. Tuhan mengerti, Tuhan peduli :)
➜ tangan Tuhan sedang merenda suatu karya yang agung mulia, saat-Nya kan tiba nanti.... kita lihat pelangi kasih-Nya.

saatnya kita tetap bertekun dalam Tuhan Yesus, hidup dalam perencanaan-Nya dan berfikir positif.. karena di dalam Tuhan Yesus selalu ada jalan keluar, pengharapan, sukacita, damai sejahtera selamanya :)

Monday, 11 June 2012

Renungan Inspiratif

ODOL  DI PENJARA 

(Istrinya telat berkunjung. Anaknya sudah melupakannya. Sahabatnya mengabaikannya). Semua menjadi hal-hal yang sangat menjengkelkan.
Lelaki itu merasa sendirian, bahkan lebih dari itu: dia merasa tidak berharga!
Berdoa untuk sebuah kesembuhan, atau minta dibukakan jalan keluar dari masalahpun adalah sesuatu yang wajar.

Tetapi meminta odol kepada Sang Pencipta alam semesta, tentunya harus dipikirkan berulangkali. Sesuatu yang sepele dan mungkin tidak pada  tempatnya.(menurut lelaki ini)
Tetapi dengan tekad bulat dan hati yang dikuatkan dari rasa malu, lelaki itu mengucapkan doa yang ia sendiri anggap itu aneh.
Ia berbisik: "Tuhan, Kau mengetahuinya, aku sangat membutuhkan benda itu."
Tengah malam, ia terjaga oleh seorang lelaki gemuk dengan buntalan tas, dipaksa petugas masuk ke kamarnya. 
Pagi harinya, lelaki penghuni penjara itu terbangun dan menemukan dirinya berada sendirian dalam sel penjara. Loh mana Si Gemuk, pikirnya.  Apa tadi malam aku bermimpi?
"Dia bilang itu buat kamu!!" kata petugas sambil menunjuk ke buntelan tas dipojok ruangan. Dia sudah  kami bebaskan, dini hari tadi, biasa salah tangkap!" kata petugas  itu, "dan tas dengan segala isinya itu buat kamu".

Lelaki itu menghampiri tas dan membukanya. Tiba-tiba saja lututnya terasa lemas. Tak sanggup ia berdiri. "Ya...TUHAAAANNNN!!!!!", ia tersungkur, gemetar dan wajah basah oleh air mata. Disampingnya tergeletak tas yang isinya lima kotak odol, sebuah sikat  gigi baru, dua buah sabun mandi, tiga botol shampo, dan beberapa helai pakaian sehari-hari.

Kisah tersebut adalah kisah nyata.

Suatu ketika, saat kita merasa jalan di hadapan kita seolah terputus. Sementara harapan diganti deru ketakutan, kebimbangan dan putus asa. Ada baiknya kita mengingat sungguh-sungguh, bahkan odolpun akan dikirimkan oleh-Nya bagi siapa pun yang membutuhkannya.

"Seandainya saja engkau mengetahui betapa dirimu dicintai-Nya, hatimu akan bersuka setiap saat".

Memang terkadang kita mengalami hal-hal yang seperti ini, kadang kita cerita tidak semua orang percaya dan mengerti. Misalnya saya cerita  Tuhan selalu mengirim penolongnya disaat saya butuh pertolongan.
Teman-teman percayakah kalau di dalam Tuhan itu tidak  ada yang kebetulan? Semua yang terjadi adalah rencana dan seijin Tuhan. Dengan kejadian ini kita diingatkan bahwa semua doa kita di dengar dan  akan di jawab sesuai dengan kehendak dan waktu-Nya. Kalau kita berani percaya, dipastikan kita akan menerima keajaiban dan merasakan  penyertaan Tuhan setiap saat.

by. Iffon

Tuesday, 10 April 2012

Kesaksian Sobat Kristus

Shalom teman-teman , aku mau kesaksian bagaimana kebaikan dan kasih karunia Tuhan padaku.

Minggu lalu tepatnya tgl 25-27 juni saya dan papa saya baru pulang dari Semarang mengikuti KKR Unity To Conquer dan doa 24 jam di holly stadium .
Saya bisa mengikuti KKR di semarang itu adalah kasih karunia dan kemurahan juga kebaikan Tuhan yang awesome .
Saat 4 hari sebelum kami berangkat ke semarang, mama saya tanya ke saya. "kamu ke semarang itu sebenernya tau untuk apa? Jangan cuma ikut-ikutan aja" . Mama saya ngomong seperti itu karna saat itu kami tidak punya dana untuk kesana.
Saat itu saya terdiam dan berkata dalam hati, iya juga ya.. saya sebenernya saat itu belum tau ada KKR disana, saya hanya tau ada doa 24 jam dan entah kenapa saya ingin sekali ikut dan ada perasaan yang menggebu-gebu .
Lalu saya doa sama Tuhan, kalau memang Tuhan ingin saya kesana, Tuhan pasti yang siapkan transportasinya dan tempat tinggalnya. Sebenarnya untuk pikiran manusia imposible banget. Saya berdoa tanggal 21, sementara acaranya tinggal 4 hari lagi, mungkin mustahil saya akan cepat dapat sponsor transportasi dan hotelnya .

Tapi, Praise the Lord !!! Hari Sabtunya, ayah rohani saya bilang bawa sudah ada sponsor yg mau mensponsori saya dan papa saya. Sudah disediakan ticket Pesawat dan juga hotel untuk kami menginap :") sungguh saya berterima kasih pada-Nya. dan seketika saya tiba di semarang, ternyata KKR itu dan Tuhan berbicara banyak untuk saya, dan disana banyak sekali jawaban-jawaban yang saya tunggu dari Tuhan. Lewat firman ke 6 hamba-Nya yang menyampaikan firman-Nya, saya sungguh merasa diberkati. dan bukan hanya itu saja, saya juga menerima berkat jasmani. Mulai dari trasport, hotel sampai apa yang akan kami makan, semuanya sudah disediakan sama Tuhan :") sungguh saya bersukacita dan terus mengucap syukur sama Tuhan.
Saya belajar untuk terus mempunyai hati yang seirama dengan Tuhan dan hidup saya semakin diubahkan dan dipulihkan.

Karena cinta-Nya, saya tuliskan kesaksian ini :"D

- sumber kesaksian: Michelle Y -

Sunday, 8 April 2012

Keluar Dari Sumur Dengan Kemenangan

Keluar Dari Sumur Dengan Kemenangan

Perjalanan hidup Yusuf adalah cermin dari perjalanan hidup kita untuk mencapai akhir yang sukses seperti yang Tuhan inginkan. Perjalanan Yusuf terdiri dari dua jalur: jalur penderitaan dan jalur kelimpahan. Yusuf harus masuk lebih dulu pada jalur penderitaan sebelum ia berada pada jalur kelimpahan.

Penderitaan Yusuf mungkin menggambarkan pengalaman Anda sekarang. Anda mungkin sedang diperlakukan secara tidak adil oleh orang-orang terdekat Anda. Anda disakiti, dibuang, ditolak, masa depan Anda dicuri. Anda mungkin masuk ke dalam sumur tersinggung (pit of offence) atau sumur kegagalan (pit of failure). Di dalam sumur manapun, Anda harus belajar memberikan respon yang tepat untuk bisa mencapai penggenapan janji-janji Tuhan yang luar biasa.

Kita belajar enam hal dari Yusuf yang membuatnya keluar dari sumur dengan kemenangan.

1. Tidak Mentoleransi Kondisi Sumur
Jangan pernah mentoleransi kondisi sumur di mana Anda sedang berada. Kalau kita mentoleransi, artinya kita menerimanya dan memaklumkannya sebagai sesuatu yang wajar. Ketika Anda tidak mentoleransi kondisi Anda di sumur, Anda menciptakan masa depan yang baru.

2. Kenali Serangan Setan Yang Mau Membatalkan Promosi Dari Tuhan
Serangan setan selalu datang pada setiap orang yang akan dipromosi oleh Tuhan. Anda memiliki potensi dan setan mau mematikannya. Tetapi ingat, tidak ada mahkota tanpa salib, tidak ada kemenangan tanpa pertentangan.

3. Fokus Pada Janji Tuhan Dan Bukan Pada Apa Yang Sudah / Sedang Terjadi
Pecundang fokus pada apa yang dia telah / sedang alami tetapi pemenang fokus pada masa depan, pada ke mana dia akan pergi. Jika Anda ingin keluar dari sumur, fokus pada ke mana Tuhan mau Anda berada bukan pada apa yang Anda sedang alami.

4. Tolak Reaksi Kepahitan
Sewaktu Anda berada di lubang sumur, bagaimana reaksi Anda terhadap orang yang melempar Anda ke sumur? Reaksi Anda menentukan bagaimana perlakuan Tuhan terhadap Anda. Lukas 6:31 berkata: "Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka". Akan tiba harinya, Anda akan tuai apa yang Anda tabur. Jika Anda ingin Tuhan menolong Anda pada waktu Anda sedang dalam masalah, Anda lebih baik menolong orang lain yang sedang dalam masalah terlebih dulu.

5. Ketahui Bahwa Orang Yang Menyebabkan Anda Menderita Tidak Mengontrol Masa Depan Anda
Orang yang menyebabkan Anda menderita saat ini, tidak bisa mengontrol kenikmatanmu di masa depan. Yusuf disakiti, dikhianati dan dijual oleh kakak-kakaknya, tapi mereka tidak bisa mengontrol kebahagiaan Yusuf di masa depannya. Yusuf tetap menjadi penguasa di seluruh tanah Mesir.
Yesaya 60:14
Anak-anak orang-orang yang menindas engkau akan datang kepadamu dan tunduk, dan semua orang yang menista engkau akan sujud menyembah telapak kakimu; mereka akan menyebutkan engkau "kota TUHAN", "Sion, milik Yang Mahakudus, Allah Israel."

6. Menangkan Peperangan Dengan Iman Dan Firman
Jika Anda masuk ke sumur, ingat bahwa Anda tidak bisa memenangkan peperangan rohani ini dengan logika. Anda hanya bisa memenangkannya dengan iman dan pengetahuan firman.

Perjalanan hidup Yusuf melalui lubang sumur adalah persiapan pembentukan karakternya untuk sesuatu yang besar yang sedang Tuhan kerjakan. Jika Anda tekun, tabah, setia berjalan dengan Tuhan, dan maju terus selama Anda berada di jalur penderitaan, Anda akan melihat diri Anda masuk di jalur kelimpahan dalam kehidupan Anda.

by. RH

Thursday, 8 March 2012

Renungan Inspiratif

TUHANlah Penjagaku
Tuhan akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu.
Tuhan akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya. (Mazmur 121:7-8)
Tuhan itu berdaulat dan Tuhan itu baik. Dengan mengetahui hal ini, banyak orang percaya bergumul untuk memahami mengapa hal-hal yang menyakitkan terjadi dalam hidup ini. 'Mengapa Tuhan tidak menghentikan saya mengalami dukacita ini?' Pertanyaan semakin dalam ketika kita membaca bagian Alkitab seperti Mazmur 121:7-8 ini.

Banyak orang yang mengartikan ayat ini sebagai janji bahwa Tuhan akan menghindarkan mereka dari berbagai kesulitan. Namun Firman ini berkata bahwa Ia berjanji untuk menjaga nyawa mereka.
Tuhan mengijinkan rasa sakit terjadi. Bahkan terkadang Ia memakainya. Tuhan mengerti orang-orang yang terluka, namun Ia pun melihat arti yang lebih dalam dari situasi itu. Pencobaan seringkali menguatkan iman kita, membuat kita mejadi seperti Yesus, dan membuat kita memiliki kasih terhadap orang lain. Terkadang, Tuhan memakai penderitaan untuk menghindari kita membuang-buang kesempatan atau menjalani kehidupan yang biasa saja. Dengan pertolongan-Nya, kita mendapatkan lebih banyak manfaat saat berjalan melewati rasa sakit dibandingkan bila kita menghindari rasa sakit itu. Saat Bapa surgawi tahu bahwa itulah yang terbaik, Ia tidak menghindarkan kita dari rasa sakit; malah Ia memampukan kita untuk bertahan melewati kesukaran dengabn memberikan hikmat dan kekuatan kepada kita. Dan ketika kita berhasil melewatinya, seringkali kita melihat, dengan penuh ucapan syukur, betapa tangan-Nya yang lembut dan penuh anugerah telah menuntun kita melalui situasi itu sepenuhnya.

Kita memiliki pengharapan yang besar, karena kita tahu bahwa Tuhan akan menjaga kita melewati masa-masa sulit. Bacalah Mazmur 124 dan mintalah Tuhan untuk mengingatkan kita akan kebenarannya ketika situasi yang menyakitkan terjadi dalam kehidupan kita.

by. GMA

Monday, 4 January 2010

RAHASIA DOA YANG DIJAWAB

Emang sih soal doa kita dijawab ato nggak dijawab itu haknya Tuhan. Tapi at least Alkitab kasih kita petunjuk gimana sih caranya kalo mau doa kita dijawab:
 
- Sepakat
“Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.” (Matius 18:19) 

- Rendah hati
Alkitab ngajarin kita kalo Tuhan itu Bapa kita. Coba bayangin gimana caranya kalo kita mo minta sesuatu sama Papa kita? Apa kita mintanya dengan teriak-teriak nggak sopan ‘PA, AKU MINTA DUIT!!!!’? ato dengan sopan dan penuh kerendahan hati. Sama dengan Tuhan. Kalo kita bisa kayak gitu sama Papa kita, kita juga seharusnya sopan en rendah hati sama Bapa kita di surga.
 
- Fokus
Pernah nggak punya teman yang waktu diajak ngobrol suka nggak connect. Bukan karena orangnya lemot, tapi emang dianya nggak bisa diam. Lagi asyik-asyik ngobrol, tau-tau ngeliatin orang laen, jalan ke sana-ke sini. Jadinya ngobrol kita nggak nyambung. Nyebelin nggak sih kalo punya teman kayak gitu? So pasti. Tapi bukannya itu juga sikap kita sama Tuhan? Waktu Tuhan lagi ngomong apa, kita ke mana. Makanya nggak heran, kalo doa kita nggak dijawab-jawab sama Tuhan, ya kitanya juga nggak connect sama Dia.

“...apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati (fokus)” (Yeremia 29:13)
 
- Punya iman
“Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.” (Markus 11:24)

Punya iman dalam doa itu penting. En sebenarnya udah jadi suatu keharusan. Soalnya itu salah satu syarat doa kita bakal dijawab sama Tuhan. Tapi ada sisi lain yang perlu kita perhatiin, apa kita masih tinggal (punya hubungan yang erat) dalam Yesus ato nggak?

“Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.” (Yohanes 16:7)

Yang lebih ekstrim lagi, Smith Wigglesworth, rasul iman, mengajarkan kita untuk berdoa dengan iman yang kuat, cukup sekali meminta lalu setelah itu mengucap syukur. Kalo doa yang sama diulang-ulang, berarti kita nggak percaya, itu kata Smith.
 
- Nggak nyimpen dosa
“Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.” (Yesaya 59:1-2)

Kayaknya ayat itu udah jelas deh. Nggak perlu dijelasin lagi. So sebelum kamu berdoa minta sesuatu sama Tuhan pastiin dulu kamu nggak punya dosa. Kamu bisa mengakui dosamu di hadapan Tuhan, atau membereskan dosa dan kesalahanmu pada orang lain, atau mengampuni orang yang bersalah padamu.

“Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” (Yakobus 5:16)

“Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. (Matius 5:23-24)
 
- Ngotot
“…Jika seorang di antara kamu pada tengah malam pergi ke rumah seorang sahabatnya dan berkata kepadanya: Saudara, pinjamkanlah kepadaku tiga roti, sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya; masakan ia yang di dalam rumah itu akan menjawab: Jangan mengganggu aku, pintu sudah tertutup dan aku serta anak-anakku sudah tidur; aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepada saudara. Aku berkata kepadamu: Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya.” (Lukas 11:5-7)

Mana ada orang yang minta roti tengah malem sambil ngebangunin yang punya rumah kalo dia nggak ngotot? Itu juga yang terjadi pada Elisa di 1 Raja 18:41-44 sewaktu ia meminta Tuhan untuk menurunkan hujan, ia harus bolak-balik ngotot berdoa sampe tujuh kali!

“…Tetapi Elia naik ke puncak gunung Karmel, lalu ia membungkuk ke tanah, dengan mukanya di antara kedua lututnya. Setelah itu ia berkata kepada bujangnya: "Naiklah ke atas, lihatlah ke arah laut." Bujang itu naik ke atas, ia melihat dan berkata: "Tidak ada apa-apa." Kata Elia: "Pergilah sekali lagi." Demikianlah sampai tujuh kali.”
 
- Taat
“dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.” (1 Yohanes 3:22)

Mau doanya dijawab? Taat sama perintah Tuhan, dijamin pasti dijawab. Itu janji Tuhan sendiri loh.

Sunday, 3 January 2010

POWERFUL PRAYER

Doa. Survey membuktikan kalo nggak semua orang Kristen itu ngerti tentang doa. Mereka cuma tau kalo kita harus berdoa, titik. Tapi apa itu doa? Kenapa kita harus berdoa? Apa yang harus dilakukan waktu doa? Nggak semua kita tau jawabannya.

ANSWERING MACHINE
Tut tit tut tet tet. Aku nge-dial nomor teleponnya Tuhan. Aku mau berdoa. Tuuuuut. Tuuuut. Ada nada sambung. Tapi… tut-tut-tut. Putus deh. Aku tekan redial lagi menghubungi Tuhan. Tuuuuut... Aha! Ada yang jawab.
“Selamat Pagi. Selamat menikmati layanan Kerajaan Surga. Tekan 1 untuk mengucap syukur. Tekan 2 untuk mengajukan pertanyaan. Tekan 3 untuk pujian penyembahan. Tekan 4 untuk permohonan.”
Lalu aku tekan angka 1.
“Maaf, malaikat yang melayani sedang sibuk. Mohon hubungi beberapa saat lagi”
Aku tekan angka 2
“Komputer kami mencatat Anda telah menghubungi kami lebih dari satu kali, karena itu kami akan akhiri pembicaraan saat ini.”
“Maaf, hari sabtu tutup, silakan hubungi senin depan”
“Maaf, nomor yang Anda hubungin sedang sibuk…”

Waaaakkkzs! Stress kalo gini caranya! Tapi, thanks God, saluran doa Tuhan nggak kayak gitu. Sekali kita berdoa padaNya pasti langsung Dia denger en kita tinggal tunggu jawabanNya.
“Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan TUHAN akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku!...” (Yesaya 58:9a)

APA ITU DOA?
Kalo ditanya apa itu doa menurut Alkitab, jawabannya pasti macam-macam. Emang sih di Alkitab nggak pernah ngejelasin secara rinci apa itu doa. Tapi menurut Ps. William Lau, doa menurut Alkitab adalah suatu komunikasi dua arah antara kita dengan Tuhan.

“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” (Filipi 4:6)

Di ayat itu dijelasin kalo kita harus meminta sesuatu kepada Tuhan dalam doa. Artinya ada komunikasi antara kita dengan Tuhan.

Kalo menurut Ps. Victor Waang, doa itu napas hidup orang percaya yang harus ada dalam kehidupan rohani orang Kristen (kalo mo lebih jelas baca artikel ‘Doa Itu Dialog’ oleh Victor Waang).

Kalo menurut sumber lain di internet, doa itu adalah hubungan antara kita dengan Tuhan. Bukan sekedar hubungan biasa tapi hubungan yang akrab dan intim, kayak Papa sama anaknya.

Anyway, apapun definisi doa yang kita tau, semuanya punya satu kesamaan, yaitu doa itu harus berdasarkan suatu hubungan antara kita dengan Tuhan, Bapa kita. Inget nggak apa kata pertama yang disebutin waktu Tuhan Yesus mengajar murid-muridNya buat berdoa? Bapa. Artinya, waktu kita berdoa kita lagi ngomong sama Papa kita sendiri.

Doa ≠ Rutinitas
Doa bukan rutinitas loh. Doa itu harus lahir dari kerinduan hati kita yang terdalam untuk mengenal Tuhan. Selalu inget kalo doa itu adalah saat-saat kita ngobrol sama Bapa kita. Nggak ada aturan yang bilang kalo kita wajib ngobrol sama Papa kita minimal satu jam tiap hari, ‘kan lucu jadinya kalo ada aturan kayak gitu. Kita mo ngomong sama Papa kita bisa kapan aja, mo berapa lama juga suka-suka kita, nggak ada aturannya harus berapa lama. Yang aneh adalah kalo kita jarang or dikit banget ngobrol sama Papa kita, itu artinya kita nggak akrab, tul?

Doa ≠ Liturgi
Doa juga bukan liturgi loh. Tau ‘kan istilah liturgi? Liturgi itu artinya susunan acara atau aturan baku. Nggak ada satu pun ayat di Alkitab yang nyebutin kalo kita mo doa harus ada liturginya. Kalo di zaman Perjanjian Lama okelah masih ada liturginya kalo mo doa. Misalnya harus mempersembahkan korban, cuci tangan, cuci kaki, en mandi yang bersih sebelum berdoa. Tujuannya supaya kita dianggap layak berdoa sama Tuhan. Tapi sejak kematian Yesus di kayu salib, segala macam liturgi kayak gitu udah nggak perlu lagi. Inget kematian Yesus udah bikin tirai Bait Suci terbelah, artinya kita bisa masuk langsung menghadap Tuhan, tanpa perlu segala macam liturgi lagi. Kehadiran Yesus udah ngegantiian semuanya.

DOA PUASA
Buat apa sih kita berdoa puasa? Bikin kita laper en makin kurus aja!
1. Ternyata, berpuasa sangat bermanfaat buat kita karena membantu kita menerima pengarahan dan kuasa dari Roh Kudus. Inget gak sebelum Yesus memulai pelayananNya di bumi, Ia berpuasa dulu selama 40 hari (Lukas 4:1-2). Yang harus diperhatikan adalah bahwa sebelum berpuasa ditulis “Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun.” (Lukas 4:1) dan sesudah berpuasa ditulis “Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu.” (Lukas 4:14). Artinya, ada peningkatan setelah Yesus berpuasa, dari yang cuman ‘penuh dengan Roh’ menjadi ‘dalam kuasa Roh’. Jalan menuju hidup yang penuh kuasa Roh Kudus adalah dengan berdoa dan berpuasa.

Apa yang dilakuin oleh Yesus, tentunya wajib dilakuin ama kita. “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak” (Yohanes 14:12-13) dan “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya.” (Yohanes 13:16). Kalo puasa adalah bagian terpenting yang dilakuin ama Yesus sebelum memulai pelayananNya, pastilah itu juga bagian terpenting buat kita, hambaNya.

Contoh lainnya ialah Paulus. Ia berpuasa 3 hari setelah menerima panggilan pelayanannya di jalan raya Damaskus (Kisah Rasul 9:9). Dan Paulus secara rutin berpuasa supaya pelayanannya menjadi berkuasa dan berdampak bagi orang lain (2 Korintus 6:5).

2. Selain itu, puasa juga merupakan suatu cara buat menaklukkan tubuh jasmani kita. “Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.” (1 Korintus 9:27). Tubuh jasmani berarti kedagingan dan keinginan daging itu berlawanan dengan keinginan Roh (Galatia 5:17). Dengan berpuasa, kita melatih tubuh kita dan keinginan jiwa kita yang selalu pengen dipuasin supaya tunduk pada keinginan roh kita sehingga nggak ada lagi yang ngehalangi pekerjaan Roh Kudus.

3. Puasa pasti butuh pengorbanan karena kita akan merasakan lapar dan terus menyangkal keinginan kita buat makan. Jadi bisa diartikan sebagai ‘dukacita menurut kehendak Allah’. Paulus membedakan dukacita menurut kehendak Allah dengan dukacita dunia di 2 Korintus 7:10 “Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian”. Tapi jangan kuatir, Matius 5:4 bilang: “Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur” dan Yesaya 61:3 “…untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka "pohon tarbantin kebenaran", "tanaman TUHAN" untuk memperlihatkan keagungan-Nya”.

4. Tujuan puasa adalah supaya ada perubahan pada manusia dan bukannya pada Tuhan. Kalo kita minta sesuatu yang emang di luar kehendak Tuhan, kita minta sampe puasa bertaon-taon juga nggak bakalan kita terima. Contohnya waktu Daud berpuasa supaya anak hasil perzinahannya dengan Barsyeba nggak mati. Kalo sesuatu emang salah, nggak bakalan jadi bener gara-gara kita berpuasa. Jangan anggap puasa sebagai suatu alat untuk mengelabui Tuhan atau sebagai jalan keluar buat setiap masalah yang kita hadapi.

5. Gimana caranya berdoa puasa? Sama kayak doa biasa. Setiap hari kita berdoa dan punya waktu khusus buat doa atau saat teduh. Tapi ada waktu-waktu dimana masalah terasa berat atau Tuhan kasih beban doa dalam hati dan memaksa kita buat berdoa lebih lama dan lebih terbeban. Puasa juga kayak gitu. Ada waktu-waktu rutin kita berpuasa sebagai wujud disiplin rohani misalnya seminggu sekali. Tapi ada waktu dimana ada keinginan yang kuat dari hati kita buat berpuasa lebih kuat, lebih bersungguh-sungguh.

“Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu." (Matius 6:16-18).

Ayat di atas mengingatkan kita untuk selalu memeriksa hati kita, niat kita dalam berpuasa. Tapi bukan berarti kita harus berpuasa sendirian terus en nggak boleh berpuasa bersama-sama. Jemaat mula-mula aja sering berpuasa bersama-sama. Yang ditekankan di ayat di atas adalah kemurnian hati kita dalam menjalankan puasa. Untuk dilihat dan dipuji Tuhan atau untuk diliat manusia?
Di Alkitab nggak ada patokan khusus cara-cara puasa. Tuhan berpuasa 40 hari 40 malam (tapi nggak ditulis apakah puasa makan dan minum atau puasa makan saja). Ester berpuasa 3 hari 3 malam tanpa makan dan tanpa minum. Daniel berpuasa makanan enak selama 4 hari. Jadi tergantung kondisi badan kamu. Kalo baru belajar puasa en punya riwayat penyakit maag yang akut, ya jangan langsung puasa kayak Yesus donk. Kalau misalnya kamu emang orangnya nggak suka makan daging, ya jangan cuman puasa Daniel donk, tapi cari apa yang menjadi kegemaran kamu yang mau kamu tundukkin. Hati-hati juga buat yang punya penyakit tertentu yang cukup gawat misalnya diabetes milletus, lebih baik konsultasi ke dokter deh. Harus diingat juga, jangan pernah puasa minum lebih dari 72 jam, karena akibatnya fatal buat tubuh. Musa emang pernah puasa 40 hari tanpa makan dan minum tapi waktu itu beliau dalam kondisi supranatural jadi sanggup ngejalaninya.

Pada dasarnya puasa itu kan pengorbanan, dukacita, penyangkalan diri dan keinginan daging. Jadi kamu bisa berkreasi sebanyak mungkin dalam menentukan puasa kamu. But… jangan lupa tanya Roh Kudus, kan kita puasa buat Tuhan. Trus yang perlu diingat, selama kita puasa jangan lupa buat baca Alkitab. Selama puasa kita juga jangan sampe lupa tujuan kita puasa.