“But to as many as did receive and welcome Him, He gave the authority to become the children of GOD, that is, to those who believe in His name” (John 1:12)
Showing posts with label Mujizat. Show all posts
Showing posts with label Mujizat. Show all posts

Friday, 8 November 2013

Kesaksian Anak Tuhan

"Dimerdekakan oleh Kristus" 

Dua tahun yang lalu, ada perubahan besar di hidupku. Tidak hanya secara fisik, tapi juga hati dan jiwaku semakin diperbaharui.
Kalian pernah mendengar “skoliosis”? Ya, itu adalah kelainan tulang belakang, dimana tulang belakang bengkok ke kanan atau kiri. Aku adalah skolioser (panggilan untuk orang yang mengalami skoliosis).
Sejak SMP, aku sudah merasakan kelainan ini, namun ketika kuliah aku baru merasakan efek yang luar biasa. Aku sering mengalami sesak nafas, sakit di dada, sakit di leher ketika makan atau minum, dan merasa pegal. Semakin hari bentuk badanku menjadi tidak simetris karena bertambah miring.
Aku sudah memeriksakannya ke dokter, dan satu-satunya saran dokter adalah operasi karena kondisiku yang sudah tidak bisa lagi dibantu dengan menggunakan brace (alat untuk menyangga badan).
Saat itu aku sangat bergumul dengan sakitku ini. Biaya untuk operasi tidak sedikit, dan dengan melihat latar belakang keluargaku, aku tahu tindakan operasi tidak mungkin dilaksanakan.
Beberapa teman PMK di kampus mengetahui kondisiku ini dan mereka berinisiatif membantuku mengumpulkan dana operasi lewat teman-teman sesame mahasiswa dan alumni. Awalnya aku tidak yakin karena jumlah yang dibutuhkan cukup besar sementara dokter sudah menyarankan untuk segera dilakukan operasi.
Masa itu adalah masa dimana aku merasa sangat down. Aku takut menghadapi operasi, aku takut dengan resiko yang ada. Karena operasi yang dilakukan adalah operasi besar maka kesalahan sedikit saja dapat berakibat fatal, yaitu kelumpuan. Aku sering menangis sambil berdoa kepada Tuhan kenapa Tuhan memberikanku pergumulan ini. Rasanya aku yang lemah ini tidak akan mampu melewatinya.
Namun syukur kepada Tuhan Yesus karena melalui setiap hal yang aku jalani, Ia memberikan banyak pelajaran. Aku melihat bagaimana Tuhan bekerja secara luar biasa dalam hidupku. Tidak hanya dari kampus, dari gereja pun turut membantu pergumulan operasiku ini.
Tadinya operasi akan dilaksanakan pada 17 Agustus 2011, namun pada hari itu operasi tidak bisa dijadwalkan karena tanggal merah. Dan akhirnya operasi dilaksanakan seminggu setelahnya, yaitu 24 Agustus 2011.
Sekarang, sudah hampir 2 tahun berlalu setelah operasiku. Sampai sekarang aku selalu terkagum dengan pekerjaan Tuhan melalui semua itu. Aku bersyukur dengan kesehatan yang Tuhan anugerahkan kepadaku. Aku juga bersyukur Tuhan memberikan kebebasanku dari efek-efek yang ditumbulkan skoliosis. Sekarang kondisiku jauh lebih baik. Aku tidak lagi merasakan sakit-sakit seperti dulu, namun karena ada pen yang menyangga tubuhku sekarang maka aku harus lebih berhati-hati dalam beraktifitas.
Semoga sharing ini dapat menguatkan kita semua. Percayalah Tuhan selalu ada dekat kita. Apa yang terjadi ketika terang, jangan ragukan ketika gelap datang. Allah yang telah memimpin aku dalam pergumulan itu, Allah yang sama juga, yang akan memimpin kita dalam menghadapi setiap pergumulan hidup. Trust Him!


“Aku tidak akan mati, tetapi hidup dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan Tuhan” –Mazmur 118: 17-


Sumber Kesaksian : Hilda Jusuf

Friday, 2 August 2013

Kesaksian Sobat Kristus

Shalom

Hai aku maya. Aku mau sedikit membagikan pertolongan dan kuasa Tuhan yang sebenarnya sangat banyak atas hidupku.

Sekarang aku semester 6 dan harusnya aku sudah bimbingan untuk menyusun Tugas Akhir dan wisuda. Tapi karna ada masalah dengan nilai yang tidak ke input oleh pihak kampus aku harus menundanya untuk bimbingan. Aku sempet komplain ke pihak kampus tapi kampus bertindak masa bodo. Mereka malah menyalahkan aku yang katanya tidak ikut uas. Mau gak mau aku harus tunda lagi.

Jujur, secara manusia aku kecewa. Impian aku untuk segera wisuda kandas. Aku juga nggak enak sama orangtua ku yang sudah mengeluarkan banyak biaya untuk aku menjadi sarjana.

Disitulah aku mulai nyalahin diri aku terlebih Tuhan. Aku sempet nganggur 3 bulan. Nggak enak apa-apa bergantung sama ortu. Hingga suatu malam gatau kenapa aku rindu bicara dengan Tuhan. Betapa aku menyadari selama ini aku terlalu sibuk buat kecewa, kuatir dan mengandalkan kekuatan sendiri. Aku nggak ijinin Tuhan buat masuk ke hati aku. Aku egois, aku malah menjauh dari-Nya.
Saat itulah aku datang dengan hancur hati. Aku mengaku dosa dan mohon ampun.

Aku percaya Tuhan mengampuni ku. Sebelum aku bicara Tuhan udah tau isi hatiku.

Dari dulu aku emang suka anak-anak. Aku pengen jadi guru. Singkat cerita tanpa nunggu waktu lama. Aku udah kerja dan aku kerja sebagai GURU :D

Aku tau ini semua pasti karna campur tangan Tuhan. Tuhan satu persatu mulai jawab doa dan mimpi ku.
Aku nggak harus cape-cape cari kerja, dari pihak sekolahan yang cari aku. Aku nggak harus cape-cape promosiin diri aku, udah ada orang yang promosiin aku.
Ini mustahil banget. Aku yang notabene belum ada pengalaman jadi guru. Yang belum sarjana, bisa jadi guru.

Ini smua Tuhan kasih tepat waktu. Tuhan tau apa yang aku mau. Tuhan memberikan lebih dari apa yang aku bayangkan. Ini semua mujizat, karya Tuhan yang begitu luar biasa.

Aku percaya ini jalan Tuhan. Tuhan mau aku kerja dulu. Mau aku jadi berkat. Puji Tuhan sekarang aku bisa bantu ortu dan keluarga lewat penghasilanku. Aku bisa cukupin semua kebutuhan ku sendiri.
 
Ketika kita punya impianmu dan walaupun kita punya pergumulanmu, datanglah padaNya. Milikilah iman yang besar dan keberanian untuk meminta bahwa Tuhan dapat menjawab doa kita sekarang juga. Setiap tetes keringat dan tangis kita, semuaaaaaaaa Tuhan itung dan Tuhan akan ganti dengan tangis bahagia. Ketika kita mengakui kelemahan kita dan berserah, disitulah kita akan menemukan kekuatan yang sejati
Jangan biarkan iblis membuat kita bersungut-sungut pada Tuhan dan mengarahkan mata kita agar tertuju pada masalah yg ada di sekitar kita.

IF GOD YOUR PARTNER, MAKE BIG PLANS. GOD IS ALWAYS WORKING THINGS OUT FOR YOU, EVEN WHEN YOU DONT REALIZE IT, HAVE FAITH AND BE THANKFUL.

Lets check Pengkhotbah 3:11
GBU

Sumber Kesaksian: Maya Anggraini

Sunday, 3 March 2013

Kesaksian Sobat Kristus

Shallom..

Saya Windy. Baru saja saya mengalami suatu kejadian yang mungkin dianggap biasa oleh beberapa orang tetapi begitu luar biasa bagi saya. Awal tahun  lalu, saya bersama seorang teman kuliah saya mendaftar ujian skripsi, saya berada diurutan pertama. Saat itu saya bersyukur sekali kepada Tuhan karna memang selama kuliah dan skripsi saya tergolong mahasiswa yang paling cepat menyelesaikannya.
Waktu itu di dalam hati saya berkata "aah beginilah kalau setiap waktu selalu mengandalkan Tuhan", dan saya berfikir saya bisa melihatkan dunia betapa orang yang mengandalkan Tuhan itu sangat diberkati. Tetapi hari-hari berikutnya ternyata menjadi masalah bagi saya, kenapa? Karena penguji saya meminta ujian akhir januari, padahal teman saya yang non kristen itu sudah ujian pada pertengahan januari dan ketika saya ujian dia sudah menyelesaikan revisi terakhirnya. Saat itu saya  masih biasa saja, sampai akhirnya sebelum ujian saya mendapati ada 2 orang lagi yang sudah ujian. Hati saya risau, saya tiap hari dalam saat teduh berkata "Tuhan, kenapa begini?". Tapi saya tetap percaya Tuhan pasti punya rencana. Akhirnya Jumat tanggal 25 januari saya ujian dan dahsyat sekali revisi saya sedikit sekali, saya berfikir senin 29 januari saya  masukkan pasti langsung di ACC. Tapi ternyata dosen penguji menyuruh saya untuk meletakkannya di meja beliau. Besoknya saya kesana dan  beliau sama sekali belum menyentuhnya, dan besoknya beliau malah tidak  masuk karna sakit. Padahal selain beliau saya masih harus mencari 2 dosen lagi. Apabila tanggal 6 februari belum mendapat tanda tangan 3 dosen, saya harus membayar uang SPP semester berikutnya. Saya benar-benar risau, apalagi uang kuliah saya menanggung sendiri, tidak minta orangtua. Saya  merasa sayang kalau harus membayar karena saya tidak mengambil mata kuliah sama sekali, hanya kurang revisi.

Tiap hari saya berdoa dan menangis pada Tuhan, tetapi saya pasrah. Akhirnya tanggal 4 februari dosen saya yang sakit itu memberitahu saya bahwa revisi saya di ACC. Saya bersyukur sekali. Besoknya tanggal 5 saya bisa mendapatkan tandatangan beliau dan seorang dosen lagi, nah masalah berikutnya adalah dosen yang  satunya tidak bisa masuk karena istrinya operasi. Saat itu benar2 saya ingin menangis. Tuhan bagaimana ini?? Besoknya saya tunggu dosen tersebut. Saya berdoa, semoga beliau langsung menyetujui dan mau tandatangan  tanpa merevisi lagi. Dan benar saja, dari cara beliau berbincang dari saya beliau sangat respect pada saya dan beliau datang kekampus hanya untuk  menandatangani skripsi saya, selesai menandatangani beliau langsung pergi.

Saat itu saya sangat bersyukur kepada Tuhan. Ada kelegaan luar biasa di dalam diri saya. Saya diberi mujizat oleh Tuhan pada saat-saat yang mengkhawatirkan, dan rasanya lebih luar biasa. Dan karena kejadian itu, saya menceritakan pada teman-teman seangkatan saya mengenai mujizat ini.  Hasilnya, sekarang banyak diantara mereka yang minta dibimbing saya untuk  menyelesaikan skripsi mereka. Saya bersyukur sekali, karena tanggal 7 maret 2013 saya diwisuda, dan mendapat gelar cumlaude dengan ipk 3,60 dan  masa studi 3 tahun 7 bulan. Tuhan Yesus begitu luar biasa dalam hidup orang yang bergantung penuh padaNya. :)

Tuesday, 27 November 2012

Kesaksian Sobat Kristus

Syallom saudara2ku yg terkasih dalam Tuhan Yesus.

Nama saya Windi. Saya seorang mahasiswi semester 7 di UNS Solo. Berbicara mengenai muzizat dan perbuatan Tuhan yg luar biasa di hidup saya memang sangat banyak. Berkali-kali Tuhan membentuk saya hingga akhirnya saya bisa menjadi seorang remaja yg mandiri dan kuat. Saya berasal dari keluarga broken home, ayah saya meninggalkan rumah sejak saya kelas 6 SD, tetapi ibu tidak mau menceraikan ayah saya dengan alasan Tuhan tidak menyukai perceraian. Tetapi saya tersiksa sebab ayah saya tidak mengijinkan saya, ibu, dan adik untuk ke gereja. Ayah saya memang muslim tetapi sejak pergi dari rumah ayah tidak lagi muslim melainkan 'kejawen' (semacam kepercayaan). Akhirnya orangtua saya bercerai ketika saya kelas 1 SMA..

Waktu itu saya sempat depresi sebab 1 bulan setelah perceraian, ayah saya menikah dengan tetangga saya. Saya malu dan hancur sekali. Tetapi pendeta saya dan teman2 selalu menyemangati saya, saya berdoa dan menyadari kalau saya seperti ini terus saya tidak akan menjadi apa2, ditambah adik saya saat itu masih kelas 3 SD dan selalu menanyakan "mengapa kita punya 2 ibu".

Saya bangkit, dan saya berdoa pada Tuhan. Akhirnya saya sadar, kalau ayah tetap menjadi suami ibu, selamanya saya tidak akan pernah leluasa untuk ke gereja dan memuji nama Tuhan. Selain itu, menurut ibu saya, sejak menikah hingga perceraian ayah saya tidak pernah memberi nafkah ibu. Setelah menikah untuk menyanggupi syarat cerai, ayah harus menyerahkan sejumlah uang untuk menafkahi saya dan adik. Walaupun hanya diberi beberapa bulan,saya tetap bersyukur karena paling tidak ayah mau memberikan uang untuk kami. Setelah ayah tidak memberi uang, ekonomi keluarga saya sedikit susah. Ketika itu uang saku saya hanya 100rb/bulan , itu masih dikurangi untuk biaya naik bus. Jadi uang saku saya sangat mepet sekali. Tetapi saya bersyukur karena itu saya selalu hidup sederhana dan apa adanya.

Hidup saya kembali dibentuk Tuhan ketika kelas 3 SMA saya, ibu, dan adik diusir kakaknya ayah saya dari rumah, sebab dia beranggapan kami tidak ada hak tinggal drmh ayah. Mau tidak mau kami harus pindah, dan akhirnya kami mengontrak rumah tetangga kami. Saat itu saya memikirkan cara mendapatkan uang akhirnya saya mulai belajar 'ngelesi' . Saya percaya ini muzizat Tuhan, hanya butuh waktu 1 tahun usaha ngelesi saya berjalan lancar akhirnya saya bisa membuka bimbingan belajar , dan perbulannya paling tidak uang 1juta bisa saya dapatkan. Ditambah lg ibu saya lolos ujian sertifikasi guru, sehingga keuangan keluarga kami meningkat drastis. Biaya kuliah dan kehidupan saya, saya tanggung sendiri dari hasil usaha les saya. Sedangkan gaji ibu untuk keperluan sehari-hari dan untuk sekolah adik, uang sertifikasi untuk tabungan . Hidup saya sangat diberkati Tuhan ketika saya bergantung penuh pada Nya dan tentunya selalu memberikan persembahan persepuluhan.

Kiranya kesaksian saya ini bisa menjadi berkat bagi saudara2 semua. Tuhan Yesus memberkati

sumber kesaksian: Windi Yudoyono

Saturday, 15 September 2012

Kesaksian Sobat Kristus IV

shallom, saya mau share sedikit.

saya adala salah satu karyawan di Jogja, suatu saat saya ingin menjalankan tugas di derah Bantul. pada meeting sebelumnya Manajer saya bilang agar saya ke Bantu dengan senior saya (karena waktu itu saya masih baru) tapi waktu itu saya ke sana sendiri.

sesaat sebelum pamitan dengan Manajer saya di kantor, ada dorongan dalam hati saya agar pamitan dengan menyebutkan kalau ingin ke Bantul, tapi saya abaikan hal tersebut sehingga saya hanya pamitan akan ke area.
singkat cerita saya mengalami suatu kendala di Bantul dan perlu konsultasi dengan Manajer saya, dari situ saya dimarahi habis-habisan karena beliau kecewa kenapa paginya tidak bilang kalau mau ke Bantul.

dari situ saya ingat bahwa Tuhan sebenarnya telah mengingatkan saya untuk melakukan hal yang menurut Dia baik, tapi saya mengabaikannya. hal tersebut mungkin bisa jadi juga karena saya sering mengabaikan suara Tuhan ketika menegur sebelum-sebelumnya, sehingga saya menjadi tidak bisa membedakan suara Tuhan atau suara hati belaka.

sekian kesaksian saya, semoga kita semakin dilembutkan hati kita untuk menaati setiap tuntunan-Nya.


sumber kesaksian : Twin Joshua

Monday, 13 August 2012

Kesaksian Sobat Kristus

shallom...

saya terlahir dengan nama ricky. keluarga saya non-Kristen, saya keturunan chinese dan keluarga saya masih menjalankan adat budaya kuno chinese (baca : sembahyang bawa makanan ke kuburan dll )

bisa dibilang saya dari keluarga broken home.. namun mama saya membuat itu seperti tidak terasa seperti broken home, orang tua saya hampir bercerai saat saya berumur 11 tahun. namun itu tidak terjadi tapi tetap saja akibat yang terasa adalah suasana rumah sudah tidak kondusif seperti layaknya keluarga.. hubungan antar keluarga menjadi dingin dan asing.ini yang membuat saya tidak betah ada di rumah dan selalu bermain ke luar rumah.. mencari teman.. mencari perhatian dan kasih sayang. dan saya pun menjadi anak yang mandiri karena selalu mengerjakan semuanya sendirian.

keluarga saya termasuk orang berada saat itu, namun roda berputar disaat orang tua saya memutuskan untuk pindah ke bali, disana kami memang punya 2 mobil, 2 motor, namun rumah masih kontrak, tapi papa saya mempunyai bengkel mobil dan speeboat di daerah nusadua yang terbilang cukup mewah.
di bali kami tinggal 2 tahun..mahalnya biaya hidup di bali dan kebiasaan boros papa saya yang selalu membeli minum-minuman keras (baca : vodka ) membuat kami tidak lagi bisa bertahan hidup di bali dan akhirnya kembali ke kota asal kami.

sekembalinya saya di kota asal kami tidak punya rumah tinggal akhirnya kami sekeluarga menumpang pada nenek dari mama saya untuk sementara. disini lah kehancuran keluarga kami di mulai.
selang 3 bulan kepindahan kami ke kota asal papa saya sering keluar masuk rumah sakit akibat lever yang di idapnya karena sering minum-minuman keras. dan itu menguras harta, dan pada akhirnya papa saya pun meninggal, semenjak ia meninggal kami tinggal di rumah yang sempat di bangunnya semasa ia hidup selama 3 bulan di kota kami, walaupun rumahnya belum jadi kami sekeluarga memutuskan untuk menempati rumah yang setengah jadi tersebut.

sewaktu saya lulus SMA saya berniat kuliah di salah satu perguruan tinggi seni di jakarta. waktu itu tahun 2005. dan saya dipinjamkan apartmen daerah gajah mada oleh nenek saya karena mama saya sudah kehabisan tabungan yang sebagian besar di pakai untuk berobat papa saya di rumah sakit serta untuk membayar uang kuliah kakak saya.

waktu itu saya di beri 1 juta perbulan dengan perhitungan 300rb untuk bayar uang listrik dan air di apartment, untuk transportasi saya ke kampus, dan untuk makan, jadi total saya hanya memegang 700 ribu untuk hidup selama sebulan yang memaksa saya untuk hidup irit, bahkan sering saya menjadi pelit dan hanya memakan mie instan saja untuk berhemat.

keadaan yang berubah dari hidup berkecukupan menjadi sangat sulit membuat saya hidup liar, saya mulai terjerumus dengan teman-teman yang notabennya bisa membawa kesenangan untuk saya di masa sulit itu, saya mulai mengenal rokok dan ganja, namun puji Tuhan saya tidak kecanduan dengan ganja, hanya rokok saja yang saat ini masih sulit saya lepaskan.

saya pun mengenal seks bebas... karena hidup jauh dari pantauan orang tua, terlebih papa saya sudah tidak ada membuat saya makin berani berbuat zina, dan saat itu saya tidak mengenal Tuhan Yesus karena memang agama saya tidak mengajarkan tentang konsep keTuhanan. saya sering di bawakan gadis oleh teman-teman saya secara "gratis" karena modal suka sama suka, dan ini bukan hanyak sekali saja melainkan sering. hingga akhirnya saya terjatuh dan saya cinta dengan salah seorang cewek yang di bawakan oleh teman saya, yang membuat saya sulit untuk melepaskannya, dari materi hingga semuanya saya berikan, hingga saya rela mencuri demi membelikan ia sekedar baju dll.
namun Tuhan seperti melepaskan saya dari keterpurukan itu, cewek itu akhirnya memilih meninggalkan saya karena saya tidak begitu kaya seperti yang ia harapkan dan dia lebih memilih orang lain

setelah itu saya sempat depresi, menyendiri selalu saya lakukan karena merasa hidup ini tidak adil, saya pun mentato tangan saya dengan simbol hubungan saya dengan wanita tersebut
selang 4-6 bulan saya berpisah dari wanita tersebut saya kembali ke kota asal saya dari jakarta, kuliah saya berantakan karena wanita tersebut, saya sering bolos san akhirnya mengambil cuti dan cuti lagi. karena uang kuliah saya pakai untuk foya-foya bersama dia...
sesampainya di kota asal teman saya yang tadinya sering mencomblangkan saya dengan wanita-wanita untuk di "pakai" oleh saya mendapatkan musibah, ia harus menikahi wanita karena hamil duluan. akhirnya saya bersedia membantu pernikahan ia secara Kristen walaupun calon istrinya seorang muslim {waktu itu di salah satu gereja di serang pemberkatannya} pemberkatan tersebut hanya di hadiri oleh keluarga pria nya saja, saya waktu itu bertugas untuk mendokumentasikan pemberkatan tersebut karena memang saya ahli di bidang tersebut.

dan inilah yang paling ajaib! di awal saya sudah katakan saya bukan lah seorang Kristen pada awalnya hingga pada saat pemberkatan teman saya itu berlangsung tiba-tiba saat saya sedang mengambil foto calon mempelai ada seorang wanita jatuh di hadapan saya tepat bersimpuh, saya sendiri kaget, ternyata katanya heels nya yang membuat ia terjatuh. dari situ saya tidak menyadari tanda yang di berikan Tuhan untuk saya. karena saya pikir itu kejadian biasa, boro-boro memikirkan tanda, saat itu saya sedang masa depresi karena kehilangan wanita yang saya cintai waktu dulu, dan saya tidak mengenal konsep ketuhanan. apalagi saat itu wanita tersebut sudah berkeluarga dan memiliki 2 anak. walau umurnya masih muda, saat itu ia berumur 24 tahun saya 21 tahun

namun waktu seperti menjawab semuanya, saya mulai tau bahwa suaminya berbuat curang dan sering berlaku kasar kepadanya, dan ia juga menikah karena terpaksa, (waktu itu ia hamil duluan) wanita ini sebut saja si "CE" termasuk keluarga yang sangat berada, bahkan kaya raya menurut saya, sedang suaminya hanya berasal dari keluarga biasa-biasa saja, sehingga ada anggapan bahwa memang suaminya menginginkan uangnya saja, ini terbukti bahwa suaminya sangatlah royal membeli barang-barang mewah dengan uang istrinya sedang ia sendiri tidak bekerja sama sekali, kerjanya hanya buang-buang uang dan main perempuan (saya tahu dari kesaksian dia sendiri belakangan ini karna saat ini ia sudah tobat)

Tuhan seperti ingin saya bertindak menyelamatkan wanita tersebut dari tindakan suaminya, namun saya tidak menyangka wanita tersebut ternyata percaya saya bisa melepaskan dari semua penderitannya, ia sangat baik kepada saya dan keluarga saya, sehingga banyak orang beranggapan kami punya hubungan spesial. hingga akhirnya ia tidak tahan lagi dengan suaminya membuat ia memutuskan untuk bercerai (dulu ia menikah bukan secara Kristen {karna apa yang sudah di persatukan Tuhan tidak bisa di ceraikan oleh manusia})
perceraian ini membuat ia dan keluarganya semakin bermasalah (ayahnya sudah meninggal) karena ia orang kaya raya, dan saudara-saudaranya seperti menginginkan hartanya (CE sering cerita bahwa mamanya sering di bawa ke dukun oleh saudaranya) dan pada akhirnya semuanya terbukti saudaranya merencanakan sesuatu yang jahat kepada CE yang mengakibatkan CE diusir dari rumahnya dan hartanya diambil alih oleh saudaranya


setelah itu CE tidak tahu harus tinggal dimana sedang anaknya masih kecil-kecil. akhirnya saya memutuskan untuk menikahi CE agar ia tidak di pandang rendah oleh orang lain dan tinggal bersama saya (saya belum punya rumah masih numpang sama mama saya dan saya tidak bekerja waktu itu)
kami pun menikah hanya secara "adat" tidak tertulis secara hukum dan agama. lalu saat itu istri saya mulai mengajak saya untuk pergi ke gereja, saya tadi nya menolak dan malas, namun karena menghormati istri saya, akhirnya saya pun mau.
hari pertama saya ke gereja sungguh sangat tidak menyenangakan, yang khotbah bikin saya ngantuk dan saya tidak nyaman dengan suasana di dalam gereja. namun aneh! minggu selanjutnya saya seperti ingin kembali ke gereja, ada apa ini, tanya hati saya. seperti ada yang memanggil-manggil saya untuk datang ke gereja, dan saya pun rajin datang ke gereja semenjak itu, namun belum benar-benar menerima Tuhan YESUS. hingga akhirnya saya harus membuat akta nikah yang sah secara hukum, dan itu membutuhkan dokument dari gereja. sedang gereja tidak mau mengadakan pemberkatan pernikahan apabila saya belum di baptis (istri saya sudah di baptis) akhirnya dengan setengah hati saya mau di baptis di jakarta.


inilah salah satu mukjizat Tuhan lagi yang terjadi, saat saya sedang mengantri untuk mendapatkan giliran baptis tiba-tiba ada seorang dari kursi roda datang dan keluarganya meminta saya untuk menyelang giliran saya karena ia memang lumpuh (kecelakaan mobil) ia tidak bisa bicara berjalan bahkan seluruh tubuhnya seperti tidak ada tulang, karena posisi saya waktu itu di kolam renang (hanya sekitar pinggang saya saja dalamnya air) saya memutuskan untuk memegang dari belakang agar ia dapat berdiri di antrian, AJAIB  tubuh orang ini 2x besarnya dari saya, namun saya dengan enteng bisa memapah dia sampai ia di baptis, seperti ada 2-5 orang yang ikut memapah ia, padahal saya sendirian, hingga tiba giliran saya di baptis saya pun di tanya, apa kamu sodara orang yang tadi (yang lumpuh). bukan jawab saya, apa kamu temannya? bukan jawab saya, lalu orang itu tersenyum dan berkata, saya beri kamu nama MATTHEW, apa kamu mau? mau jawab saya spontan. lalu saya pun di baptis.
saat saya pulang dari baptisan perubahan terjadi, saya segera menyelesaikan akta nikah saya dan menikah di gereja dengan sangat sederhana sekali, karena saya tidak adanya uang untuk pesta mewah. namun Tuhan baik, saya pun merasakan itu, setiap hari iman saya bertambah dan bertambah, semakin kuat semakin yakin, dan kini saya yang mengajak istri saya yang ke gereja bukan istri saya yang mengajak saya..

kalau mau saya ceritakan banyak sekali mukjizat yang saya dan istri alami karena percaya pada Tuhan YESUS, salah satunya adalah ia selalu menopang masalah kami bagaimanapun beratnya, ia selalu membatu dan menuntu kami keluar dari persoalan, bagaimanapun rumitnya, asalkan hati saya percaya dan sabar, mukjizat pasti terjadi karena itu nyata! amin!
dan kini saya sudah punya rumah sendiri, walaupun kecil namun itu semua adalah berkat yang luar biasa dari Tuhan YESUS, karena ia menjanjikan  "punya rumah di sorga, punya rumah di bumi" amin!
sekarang saya pun bekerja di dunia musik dengan menciptakan lagu untuk para artis-artis baru, dengan nama tag pencipta MATTHEW bukan RICKY karena saya percaya nama MATTHEW itu berasal dari Tuhan sendiri... ia ingin saya menjadi sesuatu yang baru yang bisa ia pakai untuk melayani-Nya, bukan menjadi ekor melainkan kepala!

- sumber kesaksian: matthew

Tuesday, 10 April 2012

Kesaksian Sobat Kristus

Shalom teman-teman , aku mau kesaksian bagaimana kebaikan dan kasih karunia Tuhan padaku.

Minggu lalu tepatnya tgl 25-27 juni saya dan papa saya baru pulang dari Semarang mengikuti KKR Unity To Conquer dan doa 24 jam di holly stadium .
Saya bisa mengikuti KKR di semarang itu adalah kasih karunia dan kemurahan juga kebaikan Tuhan yang awesome .
Saat 4 hari sebelum kami berangkat ke semarang, mama saya tanya ke saya. "kamu ke semarang itu sebenernya tau untuk apa? Jangan cuma ikut-ikutan aja" . Mama saya ngomong seperti itu karna saat itu kami tidak punya dana untuk kesana.
Saat itu saya terdiam dan berkata dalam hati, iya juga ya.. saya sebenernya saat itu belum tau ada KKR disana, saya hanya tau ada doa 24 jam dan entah kenapa saya ingin sekali ikut dan ada perasaan yang menggebu-gebu .
Lalu saya doa sama Tuhan, kalau memang Tuhan ingin saya kesana, Tuhan pasti yang siapkan transportasinya dan tempat tinggalnya. Sebenarnya untuk pikiran manusia imposible banget. Saya berdoa tanggal 21, sementara acaranya tinggal 4 hari lagi, mungkin mustahil saya akan cepat dapat sponsor transportasi dan hotelnya .

Tapi, Praise the Lord !!! Hari Sabtunya, ayah rohani saya bilang bawa sudah ada sponsor yg mau mensponsori saya dan papa saya. Sudah disediakan ticket Pesawat dan juga hotel untuk kami menginap :") sungguh saya berterima kasih pada-Nya. dan seketika saya tiba di semarang, ternyata KKR itu dan Tuhan berbicara banyak untuk saya, dan disana banyak sekali jawaban-jawaban yang saya tunggu dari Tuhan. Lewat firman ke 6 hamba-Nya yang menyampaikan firman-Nya, saya sungguh merasa diberkati. dan bukan hanya itu saja, saya juga menerima berkat jasmani. Mulai dari trasport, hotel sampai apa yang akan kami makan, semuanya sudah disediakan sama Tuhan :") sungguh saya bersukacita dan terus mengucap syukur sama Tuhan.
Saya belajar untuk terus mempunyai hati yang seirama dengan Tuhan dan hidup saya semakin diubahkan dan dipulihkan.

Karena cinta-Nya, saya tuliskan kesaksian ini :"D

- sumber kesaksian: Michelle Y -

Tuesday, 10 January 2012

Kesaksian Sobat Kristus

shallom...


saya ingin memberikan suatu kesaksian yang saya alami beberapa hari yang lalu, tgl 18 Juli 2012..
mungkin ada teman-teman yang belum tahu tentang pekerjaan saya sekarang, saya akan ceritakan..


saya bekerja di sebuah perusahaan jasa yang bergerak di biro perjalanan wisata, pekerjaan saya itu mencakup: ticketing pesawat domestik, voucher hotel, hingga paket tour/paket wisata.
Saya sudah 1 tahun lebih bekerja di bidang ini, dan puji Tuhan, sudah banyak pengalaman yang saya dapat dari kerjaan saya ini.
Bekerja di bidang jasa terkhusus biro perjalanan, itu bukan merupakan hal yang gampang, bahkan boleh dikatakan, resiko bekerja dibidang ini sangat besar, untuk itu, saya sangat dan harus extra teliti dalam menjalani pekerjaan saya ini.


Hingga suatu saat, hal yang tidak diinginkan pun terjadi.
Rabu, 18 Juli 2012, itu tidak akan pernah saya lupakan. Hari itu saya dihubungi oleh seorang pelanggan, dia memesan tiket untuk rute Jakarta-Singapore tgl 19 Juli 2012, untuk 7 orang dewasa dan 1 bayi. Kebetulan waktu itu atasan saya lagi di luar kota. Jadi saya lah yang dipercayakan beliau untuk menghandle pelanggan tersebut. Speechless, saya takut, saya ragu..kenapa harus saya? saya belum pernah handle tiket rute internasional, saya sangat amat tidak mampu pada saat itu, tapi beliau tetap percaya dengan kemampuan yang saya punya. Saya pun memberanikan diri dengan terus berdoa pada Tuhan, agar saya diberi hikmat. Saya pun mulai mengerjakannya. Saya mulai memasukkan nama-nama mereka satu persatu, memasukkan nomor pasport,expiry date nya, tanggal lahir, kewarganegaraanya, dll... saya mengerjakannya dengan sangat hati-hati... pelanggan saya itu meminta di bookingkan tiket Jakarta-Singapore,19 Juli dan pulangnya Singapore-Jakarta,22 Juli..


setelah di booking saya konfirmasi kembali ke pelanggan tersebut, dan ternyata kata mereka OKE tiketnya, jadikan saja. Tidak lama setelah itu, uang tiket pun ditransfer ke rekening Lion Air sistem kami. Rp. 12.938.600, sudah masuk ke rekening, tinggal bagaimana saya mempertanggungjawabkannya... waktu itu sekitar pukul 21.00, saya mulai memproses tiket tersebut satu persatu. selesai hari itu tugas saya. tiket sudah oke semua, sudah saya email juga tiket dan ittenery nya ke pelanggan tersebut.


Kamis, 19 Juli 2012
Saya di hubungi pelanggan yang memesan tiket tersebut, waktu itu saya benar-benar terkejut, dia marah sekali pada saya, ada 3 kesalahan yang saya lakukan di tiket tersebut,
1. nama Annelia, saya tulis Anelia. "huruf N kurang 1"
2. nama Marusaha Simamora, itu kan di pisah (di spasi), ternyata yang saya ketik waktu booking "MarusahaSimamora"
3. nama Marcelleo Jacob Batubara, saya ketik "Marcelleo Jacob Sinaga"
sungguh terkejut saya waktu itu.
pelanggan tersebut tidak mau tau, pokoknya nama-nama tersebut harus diganti..."jangan sampai kami tidak bisa terbang hanya karna kamu tidak profesional, kami tidak mau uang kami yg 12juta sekian itu hangus hanya karna kebodohan kamu."
waktu itu saya terdiam, saya hanya bisa menangis waktu itu, gak tau lagi harus gimana, 12juta itu gak sedikit. saya mana punya uang sebanyak itu. atasan saya juga waktu itu sangat susah untuk dihubungi. sementara penerbangan jam 17.55 hari itu juga...saya masih punya waktu beberapa jam waktu itu. tapi saya tidak punya pilihan waktu itu... saya benar-benar tidak tau harus bagaimana, karna, jujur saja, saya baru pertama kali ini handle tiket internasional, ini pengalaman pertama saya. dari awal saya memang sudah ragu untuk mengerjakan ini, tapi ada suatu hal yang tak terkatakan dalam hati saya, mungkin itu suara Tuhan,
Salah satu injil yang menjadi kekuatanku adalah Injil Markus 11:24

“Karena itu Aku berkata kepadamu: Apa saja yang kamu minta dan doakan percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu” Amin.

Dan juga salah satu lagu yang menjadi kekuatanku

Tak terbatas kuasaMu Tuhan
Semua dapat Kau lakukan
Apa yang kelihatan mustahil bagiku,itu sangat mungkin bagiMu
Di saat ku tak berdaya,kuasaMu yang sempurna
Ketika ku percaya MUKJIZAT ITU NYATA
Bukan kar’na kekuatan,namun rohMu ya Tuhan
Ketika ku berdoa MUKJIZAT ITU NYATA
Amin.

saat itu benar-benar tidak ada satu orangpun yang dapat saya andalkan, tidak ada yang bisa membantu saya... saya hanya bisa berharap dan berharap terus pada Tuhan Yesus...
hingga pukul 16.00, waktu check in nya mereka di airport...
ada kabar baik yang saya terima... "mereka sudah terbang ke singapore, put"
"haaa....kok bisa???" saya masih gak percaya..
3 kesalahan nama untuk rute internasional itu sangat dilarang, bahkan dipastikan kalo pelanggan tersebut tidak bisa terbang..beda dengan rute domestik/dalam negeri..
Atasan saya, yang sangat susah dihubungi saat itu, memberitakan kabar baik itu kepada saya...sulit dipercaya... "kok bisa sih Tuhan", saya masih terus bertanya-tanya dalam hati.
sedangkan rute dalam negeri aja ni, salah 1 huruf tuh gak bisa terbang/harus beli tiket baru, ni rute internasional..."kok bisa gitu?"
sungguh ya...pekerjaan TUHAN itu gak bisa diselami ama manusia...hal-hal buruk yang sudah terngiang dipikiranku waktu itu sama sekali tidak terjadi...
dan puji Tuhan, pukul 09.45 tadi, 7orang dewasa dan 1 bayi itu sudah tiba di jakarta..
aku sangat bersyukur sekali pada Tuhanku, Tuhan Yesus..kuasa-Nya sungguh ajaib,,

    Dalam perjalanan hidupku suatu kali aku mengeluh kepada Tuhan Yesus. "Yesus..kok berat banget sih salib yang harus aku panggul selama mengikuti Engkau..

    "Lalu Tuhan pun menjawabku dengan lembut. "Kalau begitu, ayo kita jalan-jalan. Aku akan mengajakmu untuk memilih salib mana yang ingin kau pikul.

    "Lalu Tuhanpun mengajakku ke suatu ruangan yang penuh dengan salib-salib kayu dengan berbagai ukuran. Tuhan berkata "Letakkan salibmu di pojok ruangan itu dan pilihlah salib yang kauinginkan." Akupun berjalan mengitari ruangan itu dan melihat semua salib yang ada. Pandanganku kemudian terpaku pada salib yang paling besar di ruangan itu.

    "Itu salib siapa, Tuhan ?" tanyaku. " Itu adalah salibKu yang menjadikan penebusan bagi segala dosa manusia. Apa itu yang akan kaupilih?" Wah, tentu saja tidak Tuhan. mana kuat aku membawanya. Aku pilih yang dipojok ruangan itu saja Tuhan. Itu salib yang terkecil yang ada di ruangan ini "jawabku.Tuhan Yesus pun tersenyum dan berkata

    "Bukankah itu salibmu yang tadi kau letakkan di pojok ruangan ini? Ketahuilah anakku,salib yang kau pikul tidak akan memberikan ujian lebih dari kemampuanmu karena Aku sangat mencintaimu. Syukurilah salibmu dan ikutlah Aku." Maka aku pun pulang, dengan sukacita...


- Sumber Kesaksian: Putri Ani Margaretha