“But to as many as did receive and welcome Him, He gave the authority to become the children of GOD, that is, to those who believe in His name” (John 1:12)
Showing posts with label Salam Hangat Dalam Kasih_Nya. Show all posts
Showing posts with label Salam Hangat Dalam Kasih_Nya. Show all posts

Tuesday, 19 July 2011

Saat Bimbang


Ketika hatiku merasa pahit.....
aku dungu dan tidak mengerti, seperti hewan aku di dekat-Mu. Tetapi aku tetap di dekat-Mu (Mazmur 73:21-23)


"Aku memanggil-Mu, ingin bergantung pada-Mu, tetapi Engkau tak menjawab. Aku sendirian....Di mana imanku?
Yang ada hanya kehampaan dan kegelapan." Demikianlah Ibu Teresa menuliskan salah satu suratnya. Ketika surat-surat pribadinya dipublikasikan, orang kaget. Tak habis pikir, bagaimana mungkin seorang rohaniawan terkenal seperti dia bisa mengalami kebimbangan hidup? Bukankah dunia mengenalnya sebagai tokoh yang begitu mencintai Tuhan dan sesama?

Hal ini tidak mengherankan. Pemazmur pun pernah bimbang akan kehadiran Tuhan"Seperti hewan aku di dekat-Mu." katanya. Anjng peliharaan hanya paham beberapa instruksi tuannya. Pengertiannya terbatas sekali. Tak bisa ia memahami maksud sang tuan sepenuhnya. Seperti itulah kondisi pemazmur. Ia tak mengerti, mengapa Tuhan membiarkan orang jahat hidup enak dan jaya. Ia yang hidup bersih justru "nyaris tergelincir". Namun ia bertekad,"aku tetap didekat-Mu." Itulah yang membuatnya tetap bertahan di masa bimbang. Akhirnya,pelan-pelan Tuhan membukakan rencanya-Nya dan membuat ia mengerti maksud-Nya.


Saat hidup tampak tidak adil, bisa jadi kita pun bimbang. Merasa Tuhan seolah-olah tak ada dan tak berkuasa. Kita meragukan pimpinana-Nya. Ini wajar. Tiap orang percaya pernah mengalaminya. Yang penting bagaimana sikap kita ketika menjalani masa itu. Dalam kebimbangan, Ibu teresa tetap giat melayani sesama. Pemazmur memilih tetap mendekat kepada Tuhan. Kita pun dapat memilih untuk tetap ada di jalan-Nya, sekalipun ada saat dimana hadir-Nya tidak nyata terasa.**


~ Matahari selalu ada sekalipun awan menutupinya.
Tuhan selalu ada sekalipun masalah kita menutupi Nya. ~

by. IFFON - GMA

Sunday, 5 June 2011

Memandang Cermin Kemuliaan Allah

Firman Tuhan

"Kita semua dengan wajah tidak terselubung, sambil memandang kepada cermin kemuliaan Allah, diubah menjadi citra yang serupa...."
(2 Korintus 3:18. NKJV).


Sifat utama yang dapat ditampilkan seorang Kristen adalah keterbukaan penuh yang tidak terselubung di hadapan Allah, yang membiarkan kehidupannya menjadi cermin bagi orang lain. Bila Roh memenuhi kita, kira diubahkan, dan dengan memandang Allah, kita menjadi cermin.
Anda selalu dapat mengetahui bila seseorang telah memandang kemuliaan Tuhan, karena roh Anda dapat merasakan bahwa dia mencerminkan sifat Tuhan sendiri. Waspadalah akan apapun yang akan menodai cermin yang ada dalam diri Anda. Hampir selalu, sesuatu yang baik yang akan mencemarinya sesuatu yang baik, tetapi bukan sesuatu yang terbaik.

Hal yang terpenting bagi kita adalah terus menjaga agar hidup kita terbuka bagi Allah. Biarlah semua hal yang lain termasuk pekerjaan, pakaian dan makanan dikesampingkan. Kesibukan dalam banyak hal akan mengaburkan pemusatan perhatian kita kepada Allah. Kita harus berusaha agar tetap memandang Dia, sambil memelihara hidup kita sepenuhnya rohani. Biarkan semua hal lain datang dan pergi semaunya; namun jangan sekali-kali mengaburkan hidup yang "tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah" (Kolose 3:3).
Jangan sekali-kali membiarkan gaya hidup yang terburu-buru mengganggu hubungan Anda dengan Dia. Ini mudah terjadi, tetapi kita harus waspada terhadapnya. Pelajaran tersulit dari kehidupan Kristen adalah belajar untuk terus-menerus "memandang cermin kemuliaan Allah....."

Tuhan Berkati ☺

by. GMA

Thursday, 5 May 2011

Segar Menghadapi Semua

Firman Tuhan

"Yesus menjawab.'Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat kerajaan Allah"
(Yohanes 3:3).


Terkadang kita merasa segar-bugar dan berhasrat untuk menghadiri suatu kebaktian doa, tetapi apakah kita merasakan kesegaran yang sama saat menghadapi tugas biasa seperti menyemir sepatu ?

Dilahirkan kembali oleh Roh sudah jelas merupakan karya Allah, yang misterius seperti angin, yang menakjubkan seperti Allah sendiri. Kita tidak mengetahui asal mulanya - hal itu tersembunyi jauh di kedalaman jiwa kita. Dilahirkan kembali merupakan suatu awal yang lestari dan abadi.
Peristiwa itu senantiasa menyuguhkan kesegaran dalam memikirkan, membicarakan dan menghayatinya - suatu kejutan bersinambungan dari hidup Allah. Hilangnya kesegaran menunujukkan bahwa ada sesuatu dalam hidup kita yang menyimpang dari Allah. Kita berkata sendiri,"Aku harus melakukan hal ini atau ini takkan pernah terwujud." Itulah tanda pertama dari hilangnya kesegaran. Apakah pada saat ini kita merasa segar atau merasa lelah, kebingungan berusaha mencari tahu tindakan yang harus dilakukan? Kesegaran bukanlah hasil dari kepatuhan; itu berasal dari Roh Kudus. Kepatuhan memelihara kita agar tetap "hidup didalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang"(1 Yohanes 1:7).

Peliharalah dengan gigih hubungan Anda dengan Allah. Yesus berdoa "supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita adalah satu" - tanpa rintangan di antaranya (Yohanes 17:22).
Jagalah agar segenap hidup Anda terus-menerus terbuka bagi Yesus Kristus. Jangan hanya berpura-pura terbuka kepada Dia. Apakah Anda mendapatkan hidup anda dari sumber lain selain dari Allah sendiri ? Jika Anda bergantung pada sesuatu yang lain sebagai sumber kesegaran dan kekuatan Anda, Anda takkan sadar bila kuasa-Nya lenyap.

Dilahirkan kembali olrh Roh mempunyai lebih banyak makna ketimbang yang biasa kita pikirkan. Peristiwa itu memberikan kepada kita penglihatan baru dan menjaga kita tetap segar sepenuhnya untuk menghadapi semua melalui persediaan kehidupan Allah yang tidak kunjung habis.

Tuhan Berkati ☺

by. GMA

Tuesday, 5 April 2011

Dari Dalam

Firman Tuhan

Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, Tetapi Tuhanlah yang menguji hati.(Amsal 21:2)

Ada sebuah cerita tentang seorang anak yang pergi ke gereja bersama ibunya. Di tengah kebaktian, anak ini resah dan berdiri dari empat duduknya, ibunya menyuruhnya duduk kembali. Anak itu duduk, tetapi tak lama kemudian ia berdiri lagi.

Ibunya menyuruhnya duduk kembali dan anak itupun duduk. tetapi tak lama kemudian ia berdiri lagi. Dan setelah beberapa kali kejadian ini terulang, akhirnya ibunya hilang kesabarannya. Lalu ibu itu memegang kepala anaknya, mendorong dan mendudukkan anaknya di tempat duduk. Anak itu berkata kepada ibunya:"I am sitting on the outside, but I am standing on the inside."

Kita tidak dapat mengubah seseorang dari luar tanpa perubahan dari dalam hatiinya. Kita bisa menuntut, mengkhotbahi atau memaksa seseorang untuk berubah atau bertobat, tetapi kalau dalam hatinya ia tidak menyadari dan tidak mau berubah maka sia-sialah usaha kita.

Hanya Tuhan yang sanggup mengubah hati manusia. Apa yang dapat kita lakukan untuk mengubah hidup seseorang menjadi lebih baik? Taburlah kasih dan kebenaran Tuhan. Berdoa dan minta Roh Kudus menerangi hatinya dan mengubah hidupnya.

Setelah itu, serahkanlah semuanya kepada Tuhan!
☺

by. GMA

Saturday, 19 March 2011

Harus Bertumbuh

Firman Tuhan

Karena kepada kita juga diberitakan kabar kesukaan sama seperti kepada mereka, tetapi Firman pemberitaan itu tidak berguna bagi mereka, karena tidak bertumbuh bersama-sama oleh iman dengan mereka yang mendengarkan (Ibrani 4:2).




Perkembangan agama Kristen akhir-akhir ini sangat pesat, hampir diseluruh penjuru bahkan di pedalaman kita bisa menemukan bangunan gereja. Disatu sisi memang baik karena secara kwantitas atau jumlah kita bertambah. Tetapi bagaimana kwalitas kekristenan hari-hari ini. Jujur saja kita melihat banyak penurunan dan hal ini desebabkan karena Firman Tuhan tidak lagi mutlak dijalankan tetapi ada bagian-bagian tertentu yang dibuang. Karena itu banyak orang Kristen yang menjadi batu sandungan karena tidak memiliki kualitas iman yang sungguh-sungguh.


Bertumbuh dalam iman adalah hal yang sangat penting, terkadang gereja-gereja saat ini hanya berlomba-lomba untuk menambah jumlah jemaat tanpa memikirkan pertumbuhan iman para jemaat. Bernard Claivaux menyebutkan ada empat tingkat pertumbuhan rohani:


1. Mengasihi diri sendiri demi diri sendiri.
2. Mengasihi Tuhan demi diri sendiri,dengan mengharapkan apa yang bisa Tuhan berikan kepadaku.
3. Mengasihi Tuhan demi Tuhan itu sendiri, tanpa memikirkan diri sendiri.
4. Mengasihi diri kita sendiri dan orang lain, demi Tuhan dalam kesadaran akan kasih Tuhan yang besar kepada kita.


Ada di posisis mana kita saat ini, kita sendirilah yang dapat menjawabnya! cobalah jawab pertanyaan ini, mengapa kita menjadi Kristen dan ke gereja setiap minggu? Apakah untuk mendapat berkat, agar doa kita dijawab, atau kita merasa lapar dan haus serta membutuhkan jamahan Tuhan hingga hidup kita berubah? Jika kita dapat menjawab pertanyaan ini dengan jujur maka, kita juga akan menemukan ada di nomor berapa tingkat pertumbuhan iman kita.
Kita semua harus bertumbuh, pertumbuhan iman akan menentukan keteguhan iman dan kwalitas kekristenan kita.


*** SEPERTI HALNYA SEORANG ANAK YANG SEHAT TERUS BERTUMBUH, KITAPUN JUGA HARUS BERTUMBUH DALAM IMAN HINGGA DEWASA **

by. IFFON - GMA